Teori Tiga Motif Sosial

David McClelland. Courtesy: en.wikipedia.org IMG
David McClelland. Courtesy: en.wikipedia.org

Teori Tiga Motif Sosial dikemukakan oleh David C. McClelland (20 Mei 1917–27 Maret 1998) seorang teoritisi psikologi asal Amerika Serikat.

David McClelland memelopori motivasi kerja berpikir, mengembangkan pencapaian berbasis teori dan model motivasi, dan dipromosikan dalam perbaikan metode penilaian karyawan, serta advokasi berbasis kompetensi penilaian dan tes.

Idenya telah diadopsi secara luas di berbagai organisasi. Teori McClelland kadang-kadang disebut sebagai teori tiga motif sosial atau sebagai teori kebutuhan belajar.

Trichotomy of Needs David McClelland

  1. Achievement Motive  (nAch): Motif untuk berprestasi
  2. Affiliation Motive (nAff): Motif untuk bersahabat.
  3. Power Motive (nPow) : Motif untuk berkuasa
David McClelland IMG
David McClelland. Courtesy: en.wikipedia.org

Achievement

Orang dengan kebutuhan tinggi untuk berprestasi (nAch) berusaha untuk unggul dan dengan demikian cenderung menghindari situasi baik yang berisiko rendah dan berisiko tinggi. Individu berprestasi menghindari situasi berisiko rendah karena keberhasilan mudah dicapai bukanlah pencapaian yang real.

Dalam proyek berisiko tinggi, prestasi dipandang sebagai salah satu kebetulan daripada upaya sendiri. Nach individu tinggi lebih memilih pekerjaan yang memiliki probabilitas keberhasilan sedang, idealnya peluang 50%. Berprestasi membutuhkan umpan balik secara teratur untuk memantau kemajuan achievements mereka. Mereka cenderung memilih untuk bekerja sendiri atau dengan rekan berprestasi tinggi lainnya.

Affiliation

Mereka dengan kebutuhan tinggi untuk afiliasi atau bersahabat (nAff) membutuhkan hubungan yang harmonis dengan orang lain dan perlu untuk merasa diterima oleh orang lain. Mereka cenderung untuk menyesuaikan diri dengan norma-norma kelompok kerja mereka. Individu dengan Naff tinggi lebih memilih pekerjaan yang memberikan interaksi pribadi yang signifikan. Mereka tampil baik dalam layanan pelanggan dan situasi interaksi klien.

Power

Kebutuhan seseorang untuk berkuasa (nPow) dapat terjadi pada salah satu dari dua jenis tipe pribadi dan kelembagaan. Mereka yang membutuhkan kekuatan pribadi ingin mengarahkan orang lain, dan kebutuhan ini sering dianggap sebagai tidak diinginkan. Orang yang membutuhkan daya institusional (juga dikenal sebagai kekuatan sosial) ingin mengatur usaha orang lain untuk memajukan tujuan organisasi. Manajer dengan kebutuhan tinggi untuk daya kelembagaan cenderung lebih efektif dibandingkan dengan kebutuhan tinggi untuk kekuasaan pribadi.

Thematic Apperception Test

McClelland menemukan sebuah teknik proyektif untuk mengukur motif orang untuk berprestasi. Pada dasarnya, teknik ini mencoba memastikan sejauh mana pikiran asli orang dapat berubah menjadi ide-ide yang berorientasi kepada prestasi.

McClelland menggunakan Thematic Apperception Test (TAT) sebagai alat untuk mengukur kebutuhan individual orang yang berbeda. TAT adalah tes imajinasi yang menyajikan subjek dengan serangkaian gambar ambigu, dan subjek diminta untuk mengembangkan cerita spontan untuk setiap gambar. Asumsinya adalah bahwa subjek akan memproyeksikan kebutuhan sendiri ke dalam cerita.

Psikolog telah mengembangkan teknik scoring cukup handal untuk Thematic Apperception Test. Tes menentukan skor individu untuk setiap kebutuhan prestasi, afiliasi, dan kekuasaan. Skor ini dapat digunakan untuk menunjukkan jenis pekerjaan untuk mana orang tersebut mungkin cocok.

Implikasi Teori

  • Orang dengan kebutuhan yang berbeda termotivasi berbeda.
  • Orang dengan kebutuhan tinggi untuk berprestasi harus diberikan proyek yang menantang dengan tujuan yang dapat dicapai. Mereka harus memberikan umpan balik yang sering. Sementara uang bukanlah motivator penting.
  • Orang dengan kebutuhan afiliasi tinggi perlu melakukan yang terbaik dalam lingkungan kooperatif.
  • Orang dengan kebutuhan kekuasaan tinggi harus diberikan kesempatan oleh manajemen untuk mengelola orang lain.
  • Teori McClelland memungkinkan untuk membentuk kebutuhan seseorang, dan program pelatihan yang dapat digunakan untuk memodifikasi profil kebutuhan seseorang.
Share it...

Facebooktwittergoogle_plusredditlinkedintumblr
About Ferry Roen 244 Articles
Tertarik membahas teori dan perilaku organisasi

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*