Teori Pendekatan Keahlian

Teori pendekatan keahlian atau skill approach theory adalah teori yang menganalisa karakteristik individu pemimpin secara multidimensional, baik keberhasilan dan kegagalannya dan digunakan untuk memprediksi efektivitas kepemimpinan.

Riwayat atau track record dari sifat-sifat dari individu pemimpin kemudian juga diperbandingkan sebagai indikator sukses dan gagalnya seorang pemimpin. Pendekatan Keahlian memiliki fokus yang sama dengan teori pendekatan sifat yaitu individu seorang pemimpin.

Pemimpin yang sukses pasti memiliki minat, kemampuan, dan ciri-ciri kepribadian yang berbeda dengan para pemimpin kurang efektif. Melalui banyak penelitian yang dilakukan dalam kurun tiga dekade terakhir di abad ke-20, telah diidentifikasi sifat utama pemimpin yang sukses.  Para peneliti telah mempelajari keahlian dan kemampuan kepemimpinan dalam beberapa tahun.

Di antara penelitian yang dilakukan kemudian berkembang dua model yang berpengaruh. Yang pertama adalah model yang diusulkan oleh Robert Katz pada tahun 1955. Model kedua adalah yang diusulkan oleh Michael Mumford dan rekan-rekannya pada tahun 2000. Kedua model ini dapat dilihat sebagai saling melengkapi, karena mereka menawarkan pandangan yang berbeda tentang kepemimpinan dari sudut pandang keahlian.

Model Keahlian Administrasi

Model keahlian administrasi diusulkan oleh Robert Katz di Harvard Bussiness Review, berjudul “Skills of an Effective Administrator” dari tahun 1955, ia mengidentifikasi 3 jenis keahlian yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah keahlian teknis, manusia, dan konseptual.

Robert Katz IMG

Robert Katz

Keahlian Teknis adalah pengetahuan tentang dan kompetensi dan kecakapan dalam suatu pekerjaan tertentu atau kegiatan. Misalnya, untuk menggunakan paket perangkat lunak komputer tertentu (misalnya, MS Excel atau Access) adalah keterampilan teknis lanjutan.

Keahlian  Manusia adalah salah satu aspek yang memungkinkan untuk bekerja dengan orang-orang. Hal ini berbeda dengan keterampilan teknis yang harus dilakukan dengan bekerja sama dengan peralatan. Kemampuan ini membantu kita untuk bergaul dengan orang-orang dan untuk berkomunikasi dan bekerja dalam tim.

Keahlian Konseptual adalah kemampuan untuk bekerja dengan ide-ide dan konsep. Keterampilan ini memungkinkan kita untuk memahami dan lebih baik dalam menentukan tindakan dan langkah-langkah yang harus diambil dalam bidang pekerjaan tertentu.

Model Keahlian Kapabilitas

Pada tahun 2000 Michael Mumford dan rekan-rekannya mengusulkan sebuah model baru yang didasarkan pada keahlian yang harus dimiliki seorang pemimpin yang kemudian dikenal sebagai Model keahlian kapabilitas. Model ini memiliki 5 komponen antara lain adalah atribut individual, kompetensi, kepemimpinan berorientasi hasil, pengalaman karier dan pengaruh lingkungan.

Ciri-ciri utama (main features) yang diidentifikasi antara lain adalah:

Dorongan beprestasi: tingginya tingkat usaha, tingginya tingkat ambisi, energi dan inisiatif.

Motivasi kepemimpinan: keinginan yang kuat untuk memimpin orang lain untuk mencapai tujuan bersama.

Kejujuran dan integritas: dapat dipercaya, dapat diandalkan, dan terbuka.

Percaya diri: Keyakinan pada diri seseorang, ide, dan kemampuan.

Kemampuan kognitif: Mampu melakukan penilaian yang baik, kemampuan analitis yang kuat, dan konseptual terampil.

Pengetahuan bisnis: Pengetahuan industri dan hal-hal teknis lainnya.

Kematangan Emosional: menyesuaikan diri dengan baik, tidak menderita gangguan psikologis yang parah.

Lainnya: karisma, kreativitas dan fleksibilitas.

Kelebihan Pendekatan Keahlian

Teori ini divalidasi dengan berbagai macam penelitan dan dasar teori yang teruji. Menurut Northouse (2007) teori Ini adalah pendekatan pertama yang menautkan antara ketrampilan dan kepemimpinan.

Teori ini berfungsi sebagai tolok ukur terhadap sifat kepemimpinan seorang individu yang dapat dinilai.

Teori ini memberikan pengetahuan yang terperinci dalam pemahaman akan unsur pemimpin dalam proses kepemimpinan.

Teori ini menyediakan pandangan yang luas mengenai kepemimpinan yang menggabungkan berbagai komponen (yaitu, kemampuan memecahkan masalah, kemampuan penilaian sosial).

Menyediakan struktur yang konsisten dengan program pendidikan kepemimpinan.

Keterbatasan Pendekatan Keahlian

Terikat dengan pakem penilaian subyektif dalam menentukan siapa yang dianggap sebagai pemimpin ‘baik’ atau ‘sukses’.

Atribut penilaian yang teramat panjang. Telah diidentifikasi lebih dari 100 ciri yang berbeda dari para pemimpin dalam berbagai posisi kepemimpinan.

Adanya pertentangan di mana ciri-ciri yang paling penting bagi seorang pemimpin yang efektif

Luasnya pendekatan keterampilan tampaknya melampaui batas-batas kepemimpinan, sehingga terlalu umum/kurang tepat.  Model ini mencoba untuk menghubungkan sifat-sifat fisik seperti, tinggi dan berat badan, dengan kepemimpinan yang efektif.

Sebagian besar dari faktor-faktor ini berhubungan dengan faktor-faktor situasional. Misalnya, berat badan minimum dan tinggi mungkin diperlukan untuk melakukan tugas-tugas secara efisien dalam posisi kepemimpinan militer. Dalam organisasi bisnis, ini bukan persyaratan untuk menjadi pemimpin yang efektif. Teori ini lemah dalam memprediksi, hubungan keterampilan dan kinerja kepemimpinan yang efektif

Teori ini sangat kompleks.

Implikasi

Teori pendekatan keahlian memberikan informasi yang konstruktif tentang kepemimpinan. Menurut Northouse (2007) teori ini menyediakan struktur yang konsisten dengan program pendidikan kepemimpinan. Hal ini dapat diterapkan oleh orang-orang di semua tingkatan di semua jenis organisasi. Manajer dapat memanfaatkan informasi dari teori untuk mengevaluasi posisi mereka dalam organisasi dan untuk menilai bagaimana posisi mereka dapat mengkondisikannya lebih kukuh dalam organisasi.

Mereka bisa mendapatkan pemahaman mendalam tentang identitas mereka dan cara mereka akan mempengaruhi orang lain dalam organisasi. Teori ini membuat manajer menyadari kekuatan dan kelemahan mereka dan dengan demikian mereka mendapatkan pemahaman tentang bagaimana mereka dapat mengembangkan kualitas kepemimpinan mereka.

Kesimpulan

Teori pendekatan keahlian memperhitungkan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki seorang pemimpin. Seorang pemimpin dapat mempelajari keahlian tertentu dan mengubah dirinya secara luar biasa.

Para peneliti telah mempelajari keahlian dan kemampuan kepemimpinan untuk dalam beberapa tahun. Ada dua model berpengaruh yang dikembangkan dalam teori ini. Yang pertama adalah model yang diusulkan oleh Robert Katz pada tahun 1955. Pendekatan kedua diusulkan oleh Michael Mumford dan rekan-rekannya pada tahun 2000.

Teori pendekatan keahlian merupakan jawaban atas pertanyaan apakah pemimpin itu dilahirkan (given by God) atau dibentuk, dan apakah kepemimpinan adalah seni atau ilmu pengetahuan. Keduanya bukan alternatif yang saling eksklusif.

Kepemimpinan mungkin adalah given, akan tetapi masih membutuhkan pengembangan keahlian khusus. Kalaupun ada kualitas bawaan tertentu yang membuat seseorang menjadi pemimpin yang baik, bakat-bakat alaminya masih membutuhkan dorongan dan pengembangan.

Tertarik membahas teori dan perilaku organisasi

Tagged with: , , , , , , , ,
Posted in Teori Kepemimpinan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>