Teori Organisasi Modern

Organisasi Modern IMG
Organisasi Modern

Teori Organisasi Modern memberi perhatian pada analisis yang didasarkan konseptualisasi dan penilitian empiris. Diatas semua itu teori organisasi modern mencoba meletakan semua elemen kualitas kedalam perspektif dan pijakan sistem manusia.

Sebuah sistem menurut pandangan teoritisi organisasi modern harus bergantung kepada sebuah metode analisis atau melibatkan berbagai variabel dependent. Bagi penganut teori organisasi modern, sistem manusia tentu saja mengandung banyak variabel yang harus dipertimbangkan dalam memecahkan persoalan pada organisasi yang kompleks.

Jadi sebenarnya terlihat bahwa selain studi tentang perilaku, kerasionalan atau penggunaan akal sehat kembali digunakan lagi pada paradigma teori organisasi modern, rasionalitas dan studi perilaku sebenarnya merupakan pilihan atau kompromi tentang pandangan organisasi sebagai sistem tertutup dan sistem terbuka.

Pada tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an para teoritikus melihat organisasi sebagai alat untuk mencapai tujuan. Mereka berkonsentrasi pada sasaran, tehnologi, dan ketakpastian lingkungan sebagai variable-variabel kontingensi akan membantu pencapaian tujuan organisasi.

Sebaliknya, penerapan struktur yang salah akan mengancam kelangsungan hidup organisasi. Akan tetapi pendekatan mutakhir untuk memahami organisasi kemudian dikembangkan dalam paradigma teori organisasi modern yang mengembangkan studi perilaku sebagai determinan penting dalam memahami organisasi. Perspektif sosial atau studi perilaku digunakan kembali dalam kerangka organisasi sebagai sistem terbuka.

Robbins (1994), melihat bahwa hasilnya adalah pandangan tentang struktur bukanlah merupakan usaha yang rasional dari para manajer untuk menciptakan struktur organisasi yang paling efektif, tetapi merupakan hasil dari suatu pertarungan politis diantara koalisikoalisi di dalam organisasi untuk memperoleh kontrol.

Organisasi-Modern-IMG
Organisasi Modern

Teori Organisasi Modern; terdiri atas berbagai pandangan, konsep, dan teori yang berorientasi pada sistem dan dikembangkan atas dasar penilitian empiris. Para ahli teori modern memandang organisasi sebagai sebuah sistem yang adaptif, agar dapat bertahan, harus menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan serta melibatkan aspek politik dalam pembentukan struktur.

Robbins (1994), melihat bahwa hasilnya adalah pandangan tentang struktur bukanlah merupakan usaha yang rasional dari para manajer untuk menciptakan struktur yang paling efektif, tetapi merupakan hasil dari suatu pertarungan politis diantara koalisikoalisi di dalam organisasi untuk memperoleh kontrol. Robbins (1994) mengklasifikasinya sebagai teoritisi Tipe 3 dan 4.

Pelopor pengembang teori organisasi modern antara lain Herbert Simon, dengan serangannya terhadap prinsip klasik dan Daniel Katz dan Robert Kahn, Serta Jeffrey Pfeffer yang menciptakan model teori organisasi yang mencakup koalisi kekuasaan, konflik inherent atas tujuan, serta keputusan desain organisasi yang mendukung kepentingan pribadi dari mereka yang berkuasa.

Perspektif yang luas tentang Teori Organisasi Modern dapat dibaca disini.

Share it...

Facebooktwittergoogle_plusredditlinkedintumblr
About Ferry Roen 244 Articles
Tertarik membahas teori dan perilaku organisasi

1 Comment

  1. Web ini sunggug fenomenal tentang Teory Organisaai sangat bermanfaat bagi para Mahasiswa seperti sy di MM UT,salam sehat sukses mulia

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*