Norberth Elias IMG

Norbert Elias: Rasa Malu, Kesopanan dan Peradaban

October 8, 2011 Ferry Roen 6

Sikap malu dan cara-cara bersikap yang ‘pas’ lainnya menurut Norbert Elias merupakan tanda-tanda kasat mata proses peradaban yang ditunjukkan Eropa secara jelas sejak masa renaissance. Namun apakah keterampilan menguasai diri tersebut betul-betul warisan manusia modern?

Sabino Acquaviva IMG

Sabino Acquaviva: Kematian dan Pengalaman Religius

October 4, 2011 Ferry Roen 0

Sabino Acquaviva adalah seorang dosen sosiologi di Universitas Padoue sudah lama tertarik dengan studi tentang agama. Risetnya ditujukan untuk mengolah sebuah model yang bisa diterima secara luas dan memberi dasar umum untuk mempelajari pokok permasalahan tersebut. Menurut sang penulis studi tentang agama telah mengalami evolusi pada tahun-tahun terakhir ini. Kalau dulu orang mengukur persebaran sentimen keagamaan dengan mempergunakan frekwensi partisipasi orang dalam ritus-ritus pemujaan (kepada Tuhan), namun kini secara progresif perhatian para ilmuan berorientasi pada bukti adanya “pengalaman religius” berdasarkan observasi terhadap perilaku subjektif.

Harold Garfinkel IMG

Harold Garfinkel: Ethnometodology

September 26, 2011 Ferry Roen 3

Harold Garfinkel (29 Oktober 1917 – April 21, 2011) adalah seorang Profesor Emeritus di University of California, Los Angeles. Dia dikenal karena membangun dan mengembangkan teori ini. Dalam bukunya Studies in Ethnomethodology (1984), untuk pertama kali di tahun 1967, sebuah pendekatan baru yang berbeda dari pendekatan sosiaologi biasa. Studies in Ethnomethodology terbit pada priode revolusi ilmu-ilmu sosial yang ‘kacau’, dan selama waktu-waktu itu , dominasi paradigma fungsional-struktural Parsons yang menjadi standar sosiologi sebelumnya masih berdiri tegak. Konsekuensi yang tidak menyenangkan adalah ethnometodologi di pahami sebagai “metode tanpa substansi”(Coser: 1975) Lewis Coser, sebagai Ketua Perhimpunan Sosiologi Amerika sampai menuduh etnometodologi mirip sebagai sebuah sekte daripada ranah ilmiah.. Namun Garfinkel, sudah mendeklarasikan sebelumnya kalau dari istilah `ethnometodologi` inilah akan tersusun sebuah prinsip yang akan membentuk jalan hidupnya sendiri. (Garfinkel:1974,hal.18).

Perkembangan etnometodologi sebenarnya relatif baru bila dibandingkan dengan pendekatan struktural fungsional dan interaksionis-simbolis yang sudah mapan. Pendekatan etnometodologi memiliki ragam yang berbeda, karena subject matternya adalah berbagai jenis perilaku dalam kehidupan sehari-hari sehingga banyak muncul kajian lanjutan sesuai dengan disiplin ilmu tertentu. Etnometodologi dengan analisis percakapannya tidak dapat dipungkiri juga memberi pengaruh yang besar dalam agenda penelitian komunikasi. Khususnya menyangkut konsep percakapan sebagai suatu bentuk interaksi.

No Picture

Herbert Spencer: Masyarakat sebagai Makhluk Hidup Organisme

August 30, 2011 Ferry Roen 0

Thomas Spencer, Herbert muda bekerja sebagai kepala teknisi untuk jalan kereta api antara Londondan Birmingham. Ia adalah seorang teknisi yang hebat daam decade selanjutnya dan hal tersebut mewarnai hidupnya dalam masyarakat semasa hidupnya. Ketika ia masih mengerjakan jalan kereta tersebut, ia menulis essay pertamanya , On the proper Sphere of Government pada tahun 1822. Di usianya yang ke 28, Spencer menjadi subeditor untuk mingguan London “The Economist “. Ia menulis editorial mengenai oposisinya terhadap pemerintahan dan mendukung perdangangan bebas di London pada saat itu. Kemudian ia menerbitkan buku pertamanya Social Statics (1892 yang pertama diterbitkan pada tahun 1850) . Tiga tahun kemudian, pamannya, Thomas Spencer meninggal dunia dan mewariskan hartanya untuk Herbert. Seorang pamannyapun juga mewariskan harta untuknya. Warisan inilah yang mendukungnya dalam sejumlah publikasinya (Kennedy, 1978:11-22)

No Picture

Auguste Comte: Kemajuan Budaya

August 30, 2011 Ferry Roen 2

Banyak tokoh-tokoh sosiologi yang ada dan yang telah mengutarakan pokok-pokok pemikirannya, tetapi untuk kali ini penulis akan memaparkan salah satu tokoh atau filsuf dari Perancis yang telah meletakan dasar dari bidang Ilmu Pengetahuan, yaitu Auguste Comte. Sebagaimana yang diungkapkan oleh tokoh sejarah ilmu dari Amerika Serikat, George Sarton, peletak dasar bidang pengetahuan itu adalah filsuf Perancis Auguste Comte yang menulis buku berjudul “Cours de Philosophie Positive” (1830-1842).

No Picture

Ralf Dahrendorf: Teori Konflik

August 30, 2011 Ferry Roen 0

Teori konflik muncul sebagai reaksi atas teori fungsionalisme struktural yang kurang memperhatikan fenomena konflik dalam masyarakat. Teori Konflik adalah suatu perspektif yang memandang masyarakat sebagai sistem sosial yang terdiri atas kepentingan-kepentingan yang berbeda-beda dimana ada suatu usaha untuk menaklukkan komponen yang lain guna memenuhi kepentingan lainnya atau memproleh kepentingan sebesar-besarnya.