No Image

Herbert Spencer: Masyarakat sebagai Makhluk Hidup Organisme

August 30, 2011 Ferry Roen 0

Thomas Spencer, Herbert muda bekerja sebagai kepala teknisi untuk jalan kereta api antara Londondan Birmingham. Ia adalah seorang teknisi yang hebat daam decade selanjutnya dan hal tersebut mewarnai hidupnya dalam masyarakat semasa hidupnya. Ketika ia masih mengerjakan jalan kereta tersebut, ia menulis essay pertamanya , On the proper Sphere of Government pada tahun 1822. Di usianya yang ke 28, Spencer menjadi subeditor untuk mingguan London “The Economist “. Ia menulis editorial mengenai oposisinya terhadap pemerintahan dan mendukung perdangangan bebas di London pada saat itu. Kemudian ia menerbitkan buku pertamanya Social Statics (1892 yang pertama diterbitkan pada tahun 1850) . Tiga tahun kemudian, pamannya, Thomas Spencer meninggal dunia dan mewariskan hartanya untuk Herbert. Seorang pamannyapun juga mewariskan harta untuknya. Warisan inilah yang mendukungnya dalam sejumlah publikasinya (Kennedy, 1978:11-22)

No Image

Anthony Giddens: The Third Way

August 27, 2011 Ferry Roen 0

Di tengah-tengah perbedaan dan perdebatan antara runtuhnya negara Uni Soviet yang condong mengagungkan komunisme, intervensi negara, pemerataan, keberpihakan kepada kelompok miskin terpinggirkan dengan berjayanya negara kapitalis Amerika serikat yang lebih condong mengagungkan liberalisasi, pasar bebas, individualis, dan keberpihakan kepada pertumbuhan ekonomi secara nasional maka munculnya buku The Third Way (Jalan Ketiga), oleh Giddens merupakan kontribusi penting yang bersifat menengahi di dalam memahami dinamika perdebatan diantara kedua kelompok yang berseberangan. Pada dasarnya Giddens menerbitkan buku ini dengan maksud memberikan jalan keluar yang rational dan beretika di dalam mengatasi kegagalan pembangunan di banyak negara. Pokok utama pemikiran “Jalan Ketiga” ini adalah dikembangkannya konsep Politik Demokrasi Sosial yang sebenarnya sudah lama dikenal namun dengan sejumlah perubahan yang disesuaikan dengan kondisi lokal yang ada. Di dalam hal ini Giddens lebih mendasarkan uraian-uraiannya pada kondisi lokal Britania.

“Jalan ketiga” pada dasarnya adalah merujuk pada kerangka pemikiran dan pembuatan kebijakan yang mencoba mengadaptasikan demokrasi sosial dalam sebuah dunia yang fundamental telah berubah. Bagi Giddens “Jalan Ketiga” bukanlah sekedar “jalan tengah” yang diantara model pembangunan yang berpola sosialis (negara sebagai pusat peran) atau kapitalis (pasar bebas), namun merupakan tawaran model pembangunan yang tersendiri yang menyeleksi aspek-aspek yang tepat baik dari konsep “kiri” (intervensi negara) maupun dari konsep “kanan” (pasar bebas). Walaupun begitu apa yang diuraikan oleh Giddens sepertinya tidak tuntas dan tidak terlalu jelas tentang tawaran yang dia kemukakan. Di dalam hal ini pihak manapun dapat membuat pilihan sendiri diantara pilihan-pilihan positif yang ada.