Herbert A. Simon: Serangan Terhadap Prinsip Klasik

Herbert Simon IMG

Herbert Simon

Herbert A. Simon adalah ilmuan politik dan sosial berkebangsaan Amerika. Ia memulai kariernya dalam bidang administrasi publik dan riset operasi. Simon memperoleh hadiah nobel tahun 1978. Simon adalah seorang profesor dalam bidang sains komputer dan psikologi di Carnagie-Mellon University, Pitsburg, ia melakukan riset terhadap proses pengambilan keputusan. Herbert Simon dan Serangan Terhadap Prinsip-Prinsip Klasik.

Gerakan kontingensi mencapai puncaknya pada taun 1960-an, tetapi Herbert Simon sudah menyadari pada tahun 1940-an bahwa prinsip-prinsip paradigma teori klasik harus mengalah terhadap pendekatan kontingensi atau situasional. Simon mencatat bahwa kebanyakan dari prinsip klasik tidak lebih dari pada pepatah saja dan banyak di antaranya saling bertentangan. Ia menyatakan bahwa teori organisasi perlu melebihi prinsip-prinsip yang dangkal dan terlalu disederhanakan bagi suatu kajian mengenai kondisi yang di bawahnya dapat diterapkan prinsip yang saling bersaing. Namun di tahun 1950 dan 1960- an, cenderung masih didominasi oleh prinsip-prinsip yang simplisistik baik dalam keragaman mekanistik maupun aspek humanistisnya. Diperlukan kurang lebih dua puluh tahun bagi para teoritikus organisasi untuk memberikan tanggapan yang efektif terhadap tantangan Simon.

Pandangan-pandangan Simon berdasarkan hasil risetnya terhadap proses pengambilan keputusan ditemukan bahwa ada kesamaan pandangan antara proses pengambilan keputusan dengan proses manajemen,’…management is equivalent to decision making…’. Simon merumuskan tiga tahap dalam proses pengambilan keputusan sebagai tahap aktivitas pemikiran (intelligence), aktivitas desain, dan aktivitas memilih. Dalam proses pengambilan keputusan menurut Simon ada batasan atau konstrain yang diidentifikasikan olehnya sebagai administrative man versus economic man. Ada keputusan-keputusan yang sifatnya terprogram versus tak terprogram, dan ada jenjang hirarki pada pencapaian tujuan-tujuan.

‘Proverbs of Administration’, yang diterbitkan pada tahun 1960, merupakan karya utama Simon yang sangat berpengaruh terhadap pemahaman administrasi. Pandangannya terhadap teori administrasi menyatakan bahwa setiap prinsip selalu eksis dan dapat diterima, tetapi akan menimbulkan kontradiksi antara satu prinsip dengan yang lain. Simon mencontohkan beberapa hal antara lain: spesialisasi, kesatuan komando, rentang kendali, pengorganisasian lewat tujuan, proses, klien dan tempat. Pandangan Simon sangat berpengaruh terhadap pendekatan-pendekatan yang dikembangkan dalam teori administrasi, dalam bentuk aturan-aturan yang fleksibel dan diakui sebagai bagian yang saling berhubungan terhadap sistem. Dari pandangan ini selanjutnya dilakukan pendekatan yang lebih komprehensif pada teori administrasi baik gambaran situasi administrasi, diagnosis dan penentuan kriteria utama yang menentukan pengembangan teori administrasi. Pandangannya masih dikembangkan lebih lanjut dan menjadi acuan bagi yang lain, sejak 1965 hingga kini.

Simon menjelaskan proses dalam organisasi terjadi lewat tujuan yang spesifik dan terjadi secara formal. Dia mengkritik pandangan Fayol yang datar dan Taylor dengan asumsi economic mannya. Ia mengajukan konsep asumsi administrative man, yaitu orang yang mengejar kepentingan pribadi tetapi mereka tidak mengetahui apa yang mereka perbuat, mereka menyadari hanya memiliki sedikit alternatif dalam membuat keputusan, dan berharap akan mendapatkan penyelesaian yang optimal.

Simon membedakan antara keputusan-keputusan yang dibuat seseorang yang memasuki atau keluar dari organisasi dan keputusan yang mereka buat sebagai partisipan organisasi, dengan cara menyederhanakan keputusan dan dukungan partisipan dalam keputusan yang diambil oleh partisipan. Partisipan dalam posisi yang tinggi memutuskan dengan komponen bernilai tinggi, sementara orang berposisi rendah membuat keputusan dengan komponen yang ada saja. Top manajemen membuat keputusan tentang ‘what’, sedangkan bawahan membuat keputusan tentang ‘how’. Secara keseluruhan Simon menolong kita memahami bagaimana ratusan atau ribuan tujuan individu disatukan dan organisasi dapat mengendalikannya lewat tujuan organisasi.

Kontribusi Simon yang lain adalah dalam bidang tehnologi manajemen. Pemikirannya didasarkan atas studi terhadap perusahaan di South Essex, yang melibatkan lebih dari 100 orang karyawan. Dalam analisis terhadap penilitian tersebut ditemukan tidak adanya pola yang paling baik atau menentukan, apakah itu pola lini, staf, mekanistik atau organis, dalam manajemen kecuali organisasi memisahkan fungsi tersebut kepada kelompok kecil (batch), kelompok besar (large batch) atau masal, atau kelompok proses produksi. Temuan Simon tentang impilikasi-implikasi kompleksitas tehnologi dalam batch kecil adalah tentang adanya pengurangan biaya tenaga kerja ketika tehnologi makin baik, kapasitas produksi dan rentang kendali yang semakin luas, proses produksi semakin organis, intensitas komunikasi verbal yang semakin jelas, dan spesialisasi manajemen yang berbasis pada metode know-how. Sementara temuan Simon tentang pengembangan tehnologi manajemen pada batch besar atau masal, menunjukkan adanya hubungan tentang hal yang menyenangkan antara keteraturan dalam manajemen dengan bisnis yang sukses.

Tertarik membahas teori dan perilaku organisasi

Tagged with: , , , , , , , ,
Posted in Tokoh Teori Organisasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Popular Post