Rene Descartes (1596-1650)

Rene Descartes IMG

Rene Descartes

Rene Descartes adalah seorang Perancis. Selama 20 tahun ia hidup di Belanda, kemudian di Swedia, karena suasana dalam negara-negara itu lebih bebas daripada di Perancis. Descartes lahir di kota Tours dan meninggal di Stockholm.

Sejak muda dia telah tertarik dengan ilmu matematika namun dia juga menyukai filsafat, bahkan hingga sekarang filsafat ilmu pengetahuannya masih tetap populer. Descartes membuat aplikasi matematika kepada ilmu ukur, aljabar, geometri, dan sebagainya yang juga telah digunakan oleh Archimedes.
Perjumpaan filsafat dan matematika yang digelutinya menurut Descartes adalah argumen tentang filsafat ilmu pengetahuan, dimana hal itu diumpamakan ibarat pohon filsafat. Metafisika adalah akar, ilmu fisika adalah batang, sedangkan cabang-cabangnya adalah mekanika, kedokteran, akhlak, sosial, ekonomi yang kesemuanya membentuk aplikasi pengetahuan kepada dunia eksternal, kepada tubuh internal, dan kepada kehidupan. Ungkapan Descartes yang terkenal adalah cogito ergo sum (aku berfikir maka aku ada) yang menjadi bakal modernisme dan empirisme.

Gagasan Descartes adalah kesangsian metodis. Descartes tidak puas dengan filsafat pada zamannya. Filsafat itu terlalu tergantung dari dalil-dalil filsuf-filsuf zaman dahulu, seperti Aristoteles. Dengan demikian filsafat tidak cukup radikal. Yang dimaksud dengan kesangsian metodis adalah bahwa filsafat sebagai teori tidak boleh bertolak dari pengandaian-pengandaian yang tidak diperiksa atau disangsikan dulu. Jadi Descartes sendiri boleh saja percaya bahwa Allah itu ada, tetapi ia tidak boleh mebangun suatu sistem filsafat atas pengandaian bahwa Allah ada, kecuali ia dapat memperlihatkan bahwa eksistensi Allah tidak dapat diragukan.

Descartes merumuskan dua unsur yang akan masuk ke dalam inti kalbu manusia modern: Bahwa ia harus mempertanyakan segala-galanya, dan bahwa dalam itu ia harus bertolak dari dirinya sendiri. Manusia modern memang menuntut pertanggung-jawaban rasional. Itu yang sering membingungkan kita orang beragama. Keberagaman kitapun akan dipertanyakan. Dan menjadi ukuran.

Descartes bisa dikategorikan sebagai seorang “nabi” kebudayaan modern.

 Sumber: Franz Magniz Suseno

Tertarik membahas teori dan perilaku organisasi

Tagged with: , ,
Posted in Tokoh Filsafat
One comment on “Rene Descartes (1596-1650)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>