Mengenal Struktur Jabatan Di Perusahaan Jepang

Nama dan posisi jabatan di perusahaan Jepang dibuat dengan menggunakan model yang dipakai di Amerika dan Eropa, hanya saja perusahaan Jepang menggunakan beberapa sebutan yang tidak akan tepat artinya jika dicari di dalam kamus sehingga untuk menentukan nama jabatan terlebih dahulu harus dilihat dulu struktur perusahaan yang bersangkutan.

Walaupun dibahas secara umum saja tapi mudah dijadikan referensi bagi yang membutuhkannya. Struktur dan jabatan dibawah ini ditelaah dari Undang-Undang Perusahaan yang berlaku di Jepang dan contoh dari beberapa perusahaan multinasional.

Jabatan yang Diatur oleh Hukum

* 取締役 (tori shimari yaku) = Direktur

Untuk merumuskan tugas dan wewenang direktur dalam sebuah perusahaan, terlebih dahulu harus dibedakan antara tiga yaitu, perusahaan yang memiliki Dewan Direksi, perusahaan yang tidak memiliki Dewan Direksi, dan perusahaan yang memiliki Komisaris Perusahaan.

1. Perusahaan yang tidak memiliki Dewan Direksi

Di perusahaan jenis ini pada dasarnya setiap direktur memiliki hak untuk membuat keputusan atas nama perusahaan dan mewakili perusahaan dalam urusan apa pun (pasal 348, 349). Jika ada lebih dari 1 direktur maka keputusan harus dibuat atas persetujuan lebih dari setengah jumlah direktur. Dan jika direktur lebih dari 1 orang, maka dari sejumlah direktur itu bisa ditunjuk seorang 代表取締役 (daihyou tori shimari yaku= Direktur Umum) berdasarkan AD/ART perusahaan atau melalui RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). Bila ada direktur yang ditunjuk menjadi Direktur Umum maka secara otomatis semua direktur selain direktur umum kehilangan haknya untuk mewakili perusahaan, walaupun tetap punya hak untuk melakukan pembuatan keputusan berdasarkan wilayah wewenangnya. Yang menarik adalah bukan hal yang aneh di perusahaan Jepang untuk memiliki lebih dari 1 orang 代表取締役 (= Direktur Umum).

Japan IMG
Japan

2. Perusahaan yang memiliki Dewan Direksi

Pada perusahaan seperti ini, jumlah direktur minimal 3 orang dan setiap direktur memiliki hak yang sama untuk merumuskan visi, misi, target, dll yang akan dituju oleh perusahaan. Dari sejumlah direktur, wajib dipilih satu atau lebih, direktur umum yang memiliki wewenang untuk mewakili perusahaan dan direktur selain dirut tidak memiliki hak untuk mewakili perusahaan. Pada perusahaan jenis ini hanya Dirut dan direktur yang khusus ditunjuk untuk mengelola unit/divisi yang bisa membuat keputusan bisnis. Direktur biasa lainnya tidak memiliki wewenang untuk mengambil keputusan bisnis. (pasal 363).

3. Perusahaan yang memiliki Dewan Komisaris

Untuk perusahaan jenis ini, dewan direksi ada tapi tidak satu pun dari direktur yang bisa bertindak sebagai wakil perusahaan, hanya 代表執行役 (Representative Executive Officer) yang punya hak (pasal 415). Direktur tidak bisa merangkap jabatan sekaligus sebagai executive officer (pasal 349 ayat 3), dan tidak boleh ada yang berposisi sebagai direktur umum.

Pada perusahaan jenis ini tidak ada auditor, sebagai gantinya dibentuk badan auditor yang bernaung di bawah dewan direksi dengan beranggotakan direktur yang minimal setengah anggotanya adalah direktur dari luar perusahaan. Dengan sistem ini, fungsi eksekutif dan legislatif dipisahkan sehingga diharapkan akan tercipta good governance di dalam tubuh perusahaan.

Jabatan yang Ditentukan Sendiri oleh Perusahaan

* 社長(shachou) = Presiden

Jabatan tertinggi dalam perusahaan. Ada dua sebutan yang biasa dipakai dalam bahasa Inggris yaitu President atau CEO (Chief Executive Officer).

* 副社長 (fuku shachou) = wakil presiden

Pejabat ini biasanya adalah orang kedua perusahaan, tapi kalau jumlahnya lebih dari 1 maka biasanya pengaruhnya tidaklah terlalu besar karena hanya berfungsi untuk mendampingi presiden. Jika jumlahnya hanya satu orang maka dalam bahasa Inggris bisa disebut COO (Chief Operating Officer) atau Vice President, tapi kalau lebih dari 1 orang maka sebutan dalam bahasa Inggris yg sepadan adalah hanya Vice President. Jika hanya ada satu orang wakil presiden maka umumnya orang itu dipersiapkan untuk menjadi presiden perusahaan yang selanjutnya.

* 専務執行役 (senmu shikkou yaku) = Managing Director

Jabatan yang lebih rendah daripada wakil presiden tapi biasanya menangani suatu bidang yang menyangkut urat nadi kehidupan perusahaan. Pada prakteknya orang yg menjabat sebagai senmu lebih didengar pendapatnya tentang bidang yang dia tangani dibanding siapa pun di perusahaan, termasuk presiden dan wapres perusahaan sekalipun.

* 常務執行役 (Joumu Shikkou Yaku) = Senior Director

Pejabat ini menangani bidang tertentu yang lebih sempit dibanding senmu. Posisi mereka adalah tertinggi dalam suatu departemen, misalnya Joumu di bidang human resources.

* 執行役(shikkou yaku) = Executive Officer/Corporate Officer

Jabatan ini adalah biasanya adalah jabatan sementara yang dibuat untuk mempersiapkan yang bersangkutan ke jabatan yang lebih tinggi. Secara praktis pejabat ini tidak mempunyai hak untuk memutuskan sesuatu karena yang bersangkutan biasanya tidak menangani bidang tertentu. Tapi sebagai executive officer, pendapatnya akan didengar dan dipertimbangkan.

* 部長(buchou) = General Manager

Job description untuk jabatan ini tidak banyak berbeda dengan general manager di negara lain. Biasanya yang bersangkutan menangani suatu departemen atau divisi tertentu.

* 次長(Jichou) = Deputy General Manager

Pejabat ini biasanya dipersiapkan untuk menjadi pengganti buchou.

* 課長(kachou) = Manager

Sebutan kachou ini biasanya dipakai untuk semua level manager, sehingga di kebanyakan perusahaan tidak dibedakan antara manager di bidang resources ataupun di bidang sales. Di beberapa perusahaan, posisi kachou ini seringkali disematkan pada orang yang sebenarnya tidak berfungsi sebagai manager, hanya saja karena masa pengabdiannya sudah sedemikian lama maka perusahaan memberikan jabatan untuk memberikan penghargaan.

* 係長(kakarichou) = Asisten Manager atau Deputy Manager

Jabatan ini lebih bersifat prestise karena sebenarnya tidak merujuk pada wewenang tertentu. Kadang-kadang di dalam sebuah divisi di perusahaan Jepang ada lebih dari 3 orang kakarichou. Kalau jabatan kakarichou ini disematkan pada staf yang bekerja di pabrik maka biasanya akan merujuk pada posisi mandor kepala yang akan bertanggung jawab kepada manager produksi/finishing dan lain-lain.

* 参事(sanji), 主幹 (shukan), 主事 (shuji), 主任 (shunin)

Jabatan-jabatan ini sebenarnya bukan jabatan fungsional, melainkan struktural. Dan karena tidak fungsional maka yang bersangkutan tidak punya wewenang untuk mengambil keputusan dalam tubuh organisasi tapi karena kesenioran dihargai di perusahaan-perusahaan Jepang maka bisa saja ybs punya pengaruh cukup luas karena memiliki network di dalam tubuh organisasi. Wewenang dari pegawai dengan titel seperti ini juga akan berbeda-beda tergantung perusahaannya.

Sumber: catatan seorang karyawan Mandom Corporation

 

Share it...

Facebooktwittergoogle_plusredditlinkedintumblr
About Ferry Roen 244 Articles
Tertarik membahas teori dan perilaku organisasi

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*