Linda Smircich: Simbolisme Keorganisasian (Organizational Symbolism)

Linda Smircich IMG
Linda Smircich
Linda Smircich IMG
Linda Smircich

Linda Smircich penulis buku Concept Of Culture And Organizational Analysis, adalah seorang yang memiliki kontribusi terhadap pengembangan teori organisasi dari sisi analisa budaya. Smircich melihat sejak tahun 1980an terjadi pergeseran dalam cara memandang organisasi dari organisasi semata-mata sebagai living system ke organisasi sebagai budaya (lihat: Smircich, 1983).

Dalam batas-batas tertentu organisasi tidak berbeda dengan sebuah masyarakat, karena organisasi adalah realitas sosial yang terdiri dari sekelompok orang yang bekerja berdasarkan struktur dan sistem, mempunyai tujuan dan mempunyai identifiable boundary (Daft, 1992). Smircich menegaskan bahwa organisasi dipandang sebagai instrumen sosial yang menghasilkan produk dan jasa serta menghasilkan produk sampingan berupa cultural artefacts seperti ritual, legenda dan upacara seremonial. Dengan demikian seperti halnya sebuah masyarakat, organisasi juga memiliki budaya – organization has culture dan sekaligus merupakan hasil kebudayaan – organization is a culture.

Pada awal tahun 1980an, tidak lama setelah Administrative Science Quarterly memuat tulisan Andrew Pettigrew (1979) “On studying organizational cultures”, budaya organisasi menjadi bahan pembicaraan sehari-hari berbagai kalangan, khususnya para praktisi bisnis, manajer dan akademisi. Lebih-lebih setelah buku-buku laris seperti In Search of Excellence (Peter and Waterman, Jr. 1982) beredar di pasaran, popularitas budaya organisasi semakin tinggi. Ketika itu diantara mereka seperti ada kesepakatan bahwa budaya organisasi merupakan sumber kekuatan baru dalam meningkatkan kinerja organisasi. Jika sebelumnya mereka hanya bertumpu pada perangkat keras organisasi (hard system tools) seperti strategi, struktur dan sistem, sejak itu mereka mulai yakin bahwa budaya organisasi juga memiliki peran yang tidak kalah penting (Sobirin, 2002).

Disiplin ilmu budaya sebenarnya berasal dari disiplin ilmu antropologi. Sekitar tahun 1979 kata budaya seringkali dikaitkan dengan organisasi. Andrew Pettigrew dalam tulisannya di Journal Science Quarterly yang memuat istilah organizational corporate culture mendapat perhatian yang cukup luas baik dari kalangan akademisi, praktisi bisnis maupun organization theoritist. Memahami konsep budaya organisasi bukanlah sesuatu hal yang mudah. Belum adanya kesepakatan atas konsep budaya organisasi ini menyebabkan munculnya pemahaman yang bervariasi dan kontroversi. Bidang study budaya organisasi inipun dapat dikatakan masih berusia muda.

Linda Smircich mengatakan bahwa ada 2 kubu berkaitan dengan budaya organisasi. Kubu pertama berpandangan bahwa, ”Organization is a culture.” dan kubu yang kedua berpandangan bahwa ”Organization has culture.” Kubu pertama menganggap bahwa budaya organisasi adalah hasil budaya. Oleh karenanya aliran ini menekankan pada pentingnya penjelasan deskriptif atas sebuah organisasi. Sebaliknya, aliran yang kedua justru memberikan penekanan pada faktor penyebab terjadinya budaya dalam organisasi dan implikasinya terhadap organisasi tersebut, misalnya dengan melakukan pendekatan manajerial.

Keterkaitan antara konsep budaya dalam disiplin anthropologi dan konsep organisasi dalam disiplin teori organisasi yang menghasilkan tema-tema penelitian organisasi dan manajemen bisa dilihat pada gambar sebagai berikut:

Titik Singgung Antara Teori Organisasi Dan Budaya

Tabel Smircich IMG
Tabel Smircich

Organisasi sebagai sebuah simbol-simbol budaya diklasifikasikan oleh Smircich dalam  perspektif komunikasi organisasi pada budaya dibagi menjadi tiga bidang:

Tradisionalisme: Tampilan budaya melalui hal-hal obyektif seperti cerita, ritual, dan simbol.

Interpretivism: Tampilan budaya melalui jaringan makna bersama (organisasi anggota berbagi makna subjektif).

Kritis-Interpretivism: Views budaya melalui jaringan makna bersama serta kekuatan perjuangan yang diciptakan oleh jaringan yang sama makna bersaing.

Ada berbagai jenis komunikasi yang berkontribusi dalam menciptakan budaya organisasi:

Metafora seperti membandingkan sebuah organisasi untuk sebuah mesin atau keluarga mengungkapkan makna bersama karyawan ‘dari pengalaman di organisasi.
Cerita bisa memberikan contoh bagi karyawan tentang bagaimana atau tidak untuk bertindak dalam situasi tertentu.
Ritual dan upacara menggabungkan cerita, metafora, dan simbol menjadi satu. Beberapa yang berbeda jenis upacara yang mempengaruhi budaya organisasi:
Rites of passage: karyawan pindah ke peran baru.
Ritus degradasi: karyawan memiliki kekuatan yang diambil dari mereka.
Ritus perangkat tambahan: pengakuan publik atas prestasi karyawan.

Ritus pembaharuan: memperbaiki struktur sosial yang ada.

Ritus pengurangan konflik: mengatasi argumen antara anggota-anggota tertentu atau kelompok.
Ritus integrasi: membangkitkan kembali perasaan keanggotaan dalam organisasi.

Komentar refleksif adalah penjelasan, pembenaran, dan kritik dari tindakan kita sendiri. Ini termasuk:

Rencana: komentar tentang tindakan-tindakan antisipasi.
Komentar: komentar tentang tindakan di masa sekarang.
Account: komentar tentang suatu tindakan atau peristiwa yang telah terjadi.

Konsep-konsep yang dikemukakan Smirchic menurut hemat penulis berfungsi sebagai alat untuk mendeskripsikan dan menjelaskan apa yang terjadi dalam perusahaan dalam rangka memahami perusahaan tersebut lebih baik saja. Karena budaya organisasi menurut hasil kajian beberapa ahli terlihat tidak ada  hubungan budaya – kinerja itu bersifat kausalitas dimana budaya organisasi bisa digunakan untuk memprediksi kinerja perusahaan (Lihat Lim, (1986), Bate (1994), O’Reilley (1989) dan Wilkin and Ouchie (1983)). Terlepas dari minimnya peran budaya organisasi sebagai predictor kinerja perusahaan, budaya organisasi bisa berfungsi sebagai perekat (glue) yang membentuk kohesivitas (Schein, 1985) dan semangat (morale) para anggota organisasi (Siehl and Martin, 1990). Juga sebagai social control yang mendorong semua anggota organisasi mempunyai komitmen terhadap kemajuan organisasi (O’Reilley, 1989).

Butuh kajian yang lebih mendalam tentang hubungan budaya organisasi dan kinerja sebuah organisasi namun demikian pandangan yang dibangun Linda Smircich patut mendapat apresiasi positif.

 

Share it...

Facebooktwittergoogle_plusredditlinkedintumblr
About Ferry Roen 244 Articles
Tertarik membahas teori dan perilaku organisasi

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*