<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Kronologi Waktu Filsafat yang Signifikan</title>
	<atom:link href="http://perilakuorganisasi.com/kronologi-waktu-filsafat-yang-signifikan.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://perilakuorganisasi.com/kronologi-waktu-filsafat-yang-signifikan.html</link>
	<description>Better Understanding of The Self and Others in Organizational Context</description>
	<lastBuildDate>Thu, 06 Jun 2013 04:41:39 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
	<item>
		<title>By: Ferry Roen</title>
		<link>http://perilakuorganisasi.com/kronologi-waktu-filsafat-yang-signifikan.html#comment-236</link>
		<dc:creator>Ferry Roen</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Jun 2012 15:38:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ferryroen.wordpress.com/?p=1695#comment-236</guid>
		<description><![CDATA[bener pak, determinan sejarah tetap harus membuka ruang diskursus bagi perkembangan filsafat itu sendiri. makasih masukannya. salam]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bener pak, determinan sejarah tetap harus membuka ruang diskursus bagi perkembangan filsafat itu sendiri. makasih masukannya. salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: pencari kebenaran</title>
		<link>http://perilakuorganisasi.com/kronologi-waktu-filsafat-yang-signifikan.html#comment-235</link>
		<dc:creator>pencari kebenaran</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Jun 2012 12:41:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ferryroen.wordpress.com/?p=1695#comment-235</guid>
		<description><![CDATA[Berbagai jenis &#039;kacamata&#039; dilahirkan dari dunia filsafat,tapi tiap kacamata hanya  bisa melihat dan mengkaji realitas hanya dari satu sisi saja sehingga kacamata kacamata yang lahir dari dunia filsafat bisa disebut hanya &#039;kacamata kecil&#039;,sedang kebenaran itu ada dalam keseluruhan sehingga harus harus ada &#039;kacamata raksasa&#039; untuk bisa memahaminya secara keseluruhan,dan kacamata raksasa itu hanya bisa dibuat oleh yang maha tahu yang bisa mendeskripsikan kebenaran secara menyeluruh dan bersifat mutlak.masalahnya manusia banyak yang enggan meneropong menggunakan &#039;kacamata raksasa&#039; itu,ia lebih suka dengan &#039;kacamata kacamata kecil&#039; yang dibuat oleh manusia,karena &#039;kacamata raksasa&#039; itu tidak difahami oleh cara berfikirnya maka ia mendefinisikan kacamata raksasa itu sebagai &#039;ajaran moral belaka&#039;.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Berbagai jenis &#8216;kacamata&#8217; dilahirkan dari dunia filsafat,tapi tiap kacamata hanya  bisa melihat dan mengkaji realitas hanya dari satu sisi saja sehingga kacamata kacamata yang lahir dari dunia filsafat bisa disebut hanya &#8216;kacamata kecil&#8217;,sedang kebenaran itu ada dalam keseluruhan sehingga harus harus ada &#8216;kacamata raksasa&#8217; untuk bisa memahaminya secara keseluruhan,dan kacamata raksasa itu hanya bisa dibuat oleh yang maha tahu yang bisa mendeskripsikan kebenaran secara menyeluruh dan bersifat mutlak.masalahnya manusia banyak yang enggan meneropong menggunakan &#8216;kacamata raksasa&#8217; itu,ia lebih suka dengan &#8216;kacamata kacamata kecil&#8217; yang dibuat oleh manusia,karena &#8216;kacamata raksasa&#8217; itu tidak difahami oleh cara berfikirnya maka ia mendefinisikan kacamata raksasa itu sebagai &#8216;ajaran moral belaka&#8217;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
