Jack Welch: Sukses Pake Metode Six Sigma

Jack Welch IMG
Jack Welch
Jack Welch IMG
Jack Welch

John Francis Welch Jr. (Lahir 19 November 1935) adalah salah satu tokoh yang dikenal karena kepemimpinannya saat ia menjabat sebagai Pemimipin dan Ketua Eksekutif dari General Electric (GE) pada periode 1981-2001.

Reputasinya diraih berkat kecerdasan bisnis yang tinggi dan strategi kepemimpinannya di GE. Ia tetap menjadi tokoh yang disegani di kalangan bisnis mengingat strategi manajemennya yang inovatif dan gaya kepemimpinannya.

Rahasia sukses besarnya sehingga dijuluki “manager of the century” diperoleh terutama dengan mengadopsi metode six sigma. Metode ini dikembangkan oleh Motorola ditahun 1980-an, dimotori oleh salah seorang engineer disana bernama Bill Smith atas dukungan penuh CEO-nya Bob Galvin. Motorola menggunakan statistics tools diramu dengan ilmu manajemen menggunakan financial metrics (yaitu Return on Investment, ROI) sebagai salah satu metrics/alat ukur dari quality improvement process.

Konsep ini kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Dr. Mikel Harry dan Richard Schroeder yang lebih lanjut membuat metode ini mendapat sambutan luas dari petinggi Motorola dan perusahaan lain. Termasuk oleh Welch sendiri.

Masa Kecil dan Pendidikan

Jack Welch lahir di Peabody, daerah Massachusetts, Amerika Serikat pada 19 November 1935. Pada masa kecil Welch sedikit gagap. Ayahnya John Welch Sr. bekerja sebagai seorang kondektur di Boston & Maine Railroad dan ibunya Grace Welch, seorang ibu rumah tangga. Welch bersekolah di Salem High School dan kemudian ke Universitas Massachusetts Amherst, dan lulus di tahun 1957 dengan gelar sarjana muda di bidang teknik kimia.

Ketika di universitas ia merupakan anggota asrama Phi Sigma Kappa. Welch kemudian melanjutkan gelar master dan doktoralnya di University of Illinois at Urbana-Champaign in 1960.

Kehidupan pribadi

Ia menikah tiga kali dan memiliki empat orang anak dari pernikahan pertamanya dengan Carolyn, yang dinikahinya selama 28 tahun. Istri keduanya Jane Beasley adalah mantan pengacara merjer dan akuisisi yang dinikahi dari tahun 1989 hingga 2003. Istri ketiga Jack Welch adalah Suzy Wetlaufer, seorang mantan editor Harvard Business Review, yang ikut menulis bukunya Winning di tahun 1995.

Karier di GE

Welch bergabung dengan General Electric di tahun 1960, saat ia bekerja sebagai insinyur muda di Pittsfield, Massachusetts. Ketika ia tidak puas dengan kenaikan gaji yang diterimanya dan dengan birokrasi yang ada dalam GE. Ia merencanakan untuk meninggalkan perusahaan itu untuk bekerja pada International Minerals & Chemicals di Skokie, Illinois.

Namun, Reuben Gutoff, seorang eksekutif muda dua tingkat di atasnya, memutuskan bahwa Welch terlalu berharga untuk dilepas. Ia mengajak Welch dan Istrinya dalam jamuan makan malam di restoran Yellow Aster dan menghabiskan berjam-jam untuk meyakinkan Welch untuk bertahan. Gutoff berjanji untuk mengubah birokrasi yang ada dan menciptakan nuansa perusahaan kecil di GE. Welch diangkat menjadi wakil presiden direktur di GE pada 1972.

Kariernya menanjak menjadi wakil presiden senior di tahun 1977 dan wakil ketua dewan direksi di tahun 1979. Di tahun 1981, Welch menjadi CEO termuda GE, menggantikan Reginal H. Jones. Di tahun 1982, Welch telah membongkar sebagian besar manajemen yang dibangun oleh Jones.

Bom Nutron Jack

Selama era 80an, Welch bekerja merampingkan GE dan membuatnya menjadi perusahaan yang lebih kompetitif. Ia juga mendorong para manajer dari bisnis yang dikelola untuk menjadi lebih produktif dengan menghilangkan ketidakefisienan dan memangkas persediaan, serta menanggalkan berbagai birokrasi yang hampir membuatnya meninggalkan GE di masa lalu. Ia juga sempat di juluki “Neutron Jack” (seperti bom neutron) karena menghilangkan karyawan dan meninggalkan gedungnya kosong.

Dalam bukunya “Jack:Straight From The Gut” (Jack: Pendirian dan Keberanian), Welch mengatakan bahwa GE sebelumnya memiliki 411 ribu karyawan di akhir 1980, dan menjadi 299 ribu di akhir 1985. Sebanyak 112 ribu karyawan yang dilepas, 37 ribu diantaranya adalah karena bisnis yang dijual, dan 81 ribu dikurangi selama berjalannya usaha. Sebaliknya, GE telah meningkatkan nilai pasarnya secara pesat. Ia banyak menutup pabrik, mengurangi biaya gaji dan memotong unit bisnis yang lamban berjalan. Filosofi bisnisnya adalah bahwa setiap bisnis GE harus berada di posisi satu atau dua di tiap industrinya, atau akan ditinggalkan. Walaupun pada awalnya ia banyak ditentang karena kebijakannya, namun pada akhirnya ia mendapatkan rasa hormat.

Strategi Welch ini akhirnya diadopsi oleh banyak Pimpinan Eksekutif lainnya. Setiap tahun, Welch akan memberhentikan 10% manajer terbawah. Ia terkenal akan keterusterangannya di rapat-rapat eksekutif. Ia benar-benar mendorong para manajernya untuk maju, tetapi ia juga memberikan imbalan bonus dan kepemilikan saham pada 20% manajer teratasnya.

Program kepemilikan saham di GE juga dikembangkan dari hanya kepada eksekutif puncak hingga hampir dua pertiga karyawan. Welch juga dikenal karena menghancurkan 9 lapis manajemen dan menanamkan informalitas dalam perusahaan.

Strategi dan Hasil

Di tahun 1986, GE mengakuisisi NBC, yang berlokasi di Rockefeller Center; Welch kemudian menempati kantor di gedung GE di Rockefeller Plaza. Selama 1990an, Welch membantu memodernisasi GE dengan berpindah dari manufaktur menjadi jasa keuangan lewat banyak akuisisi. Welch mengadopsi program kualitas Six Sigma dari Motorola di akhir 1995. Ia membawa perusahaan mencapai pendapatan yang besar.

Di tahun 1980 sebelum Welch menjadi CEO, GE mencatat pendapatan sekitar 26, 8 miliar dollar AS, di tahun 2000, satu tahun sebelum ia mundur, pendapatan perusahaan meningkat menjadi 130 miliar dollar. Ketika Jack Welch meninggalkan GE, nilai pasar GE telah melesat dari 14 miliar dollar menjadi lebih dari 410 miliar dollar di akhir 2004, membuatnya menjadi perusahaan paling berharga dan paling besar di dunia.

Masa Pensiun dan Suksesi

Pada saat pensiun, Welch mendapatkan gaji 4 juta dollar per tahun, yang diikuti dengan nilai pensiun sebesar 8 juta dollar setiap tahun. Di tahun 1999 ia dinamakan sebagai “Manajer Abad ini” oleh majalah Fortune. Welch mengumumkan berita suksesinya kepada Jeff Immelt dengan cara yang sama dengan pendahulunya Reg Jones. Ia menuliskan kisah ini dalam bukunya “Jack: Straight from the Gut” (Jack: Pendirian dan Keberanian). Proses suksesi ini berjalan panjang dimana terdapat 3 orang kandidat pengganti yaitu James McNerney, Robert Nardelli, dan Jeffrey Immelt, yang akhirnya menjadi penggantinya. Nardelli kemudian menjadi CEO Home Depot sampai tahun 2007, sedangkan McNerney menjadi CEO 3M sebelum pindah menjadi CEO di Boeing.

 

Share it...

Facebooktwittergoogle_plusredditlinkedintumblr
About Ferry Roen 244 Articles
Tertarik membahas teori dan perilaku organisasi

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*