Herbert Spencer: Masyarakat sebagai Makhluk Hidup Organisme

Herbert Spencer IMG
Herbert Spencer

Setelah meninggalkan rumah pamannya, Thomas Spencer, Herbert Spencer muda bekerja sebagai  kepala teknisi untuk jalan kereta api antara London dan Birmingham. Ia adalah seorang teknisi yang hebat daam decade selanjutnya dan hal tersebut mewarnai hidupnya dalam masyarakat semasa hidupnya. Ketika ia masih mengerjakan jalan kereta tersebut, ia menulis essay pertamanya , On the proper Sphere of Government pada tahun 1822. Di usianya yang ke 28, Spencer menjadi subeditor untuk mingguan London “The Economist “. Ia menulis editorial mengenai oposisinya terhadap pemerintahan dan mendukung perdangangan bebas di London pada saat itu. Kemudian ia menerbitkan buku pertamanya Social Statics (1892 yang pertama diterbitkan pada tahun 1850) . Tiga tahun kemudian, pamannya, Thomas Spencer meninggal dunia dan mewariskan hartanya untuk Herbert. Seorang pamannyapun juga mewariskan harta untuknya. Warisan inilah yang mendukungnya dalam sejumlah publikasinya (Kennedy, 1978:11-22)

Hidup Spencer diwarnai dengan kekacauan sejarah perang, revolusi dan perluasan kerajaan. Dunia sosial ayah, ibu dan paman-pamannya merupakan konflik berkelanjutan dengan revolusi Perancis antara tahun 1793 dan 1815. Kerajaan Inggris muncul dari konflik dengan tanah-tanah koloni. Perolehan koloni-koloni ini karena kurangnya persediaan bahan-bahan mentah sementara pada saat itu industry sedang meledak di Inggris sehingga sangat mempengaruhi perekonomian Inggris. Dengan adanya perolehan tersebut, kemakmuran meningkat. Pada saat yang sama, suasana politik dipengaruhi juga karana apa yang sedang terjadi di Perancis. Dalam konteks tertentu konsep demokratis dari kebebasan berpolitik didukung oleh  penjelasan para filsuf sehingga didefinisikan sebagai anarki. Kejadian-kejadian ini membangun tingkatan sejarah mengenai datangnya kekuatan partai Tory.

Pada sepuluh tahun pertama hidup Spencer, dorongan-dorongan reaksi menolak revolusi terjadi. Partai Tory (yang akhirnya bernama partai Konservatif) melepaskan Whigs (partai Liberal-1832). Pada kondisi ekonomi, saat itu merupakan saat industrialisasi berkembang. Dan urbanisasi. Kelas pekerja memprotes terbitnya persatuan dagang yang melegalkan untuk memberhentikan pekerja dewasa dan mulai mempekerjakan/mengekploitasi anak di bawah umur. Namun, persatuan perdagangan ini memiliki pengaruh yang terbatas dan mereka yang kehilangan pekerjaannya terutama pada daerah pinggiran beremigrasi ke koloni-koloni Inggris. Penolakan partai Tory yang bertujuan untuk mereformasikan parlemen mengakibatkan kekalahan partai tahun 1830

Kemenangan partai Whigs pindah targetnya terhadap suara “kelas menengah”. Namun, dengan jumlah pemilih yang telah digandakan, petani dan pekerja pabrik tetap tidak memiliki hak pilih. Spencer muda sampai pada titik ini dia bergabung dengan pamannya Thomas dalam memperjuangkan hak pilih para pekerja dan petani. Mereka berdua percaya bahwa sebuah persetujuan dapat dibentuk antara para pekerja dengan berkmbangnya industri dan keuntungan komersial yang diprovokasi di bawah prasangka aristocrat partai Konservatif. Perkawinan politik ini terbukti tidak berhasil dan Herbertpun menghadapi masa borjuis baru ini secara literal. Ia bertemu dengna Lawrence Heyworth, seorang pedagang dari Liverpool kaya pada sebuah pertemuan politik. Seperti Spencer, Heyworth memandang ideologi ini sebagai munculnya pengusaha-pengusaha makmur dari penderitaan para pekerja. Namun, kebanyakan para pekerja tidak berbuat apa apa melainkan puas dengan solusi yang ditawarkan oleh ekonomi laissez-faire. Heyworth yang keluarganya menawarkan rumah kedua untuk Spencer akhirnya mulai mengkritik kaum pekerja.

Abad 19 mewakili puncak dari zaman Imperialisme Inggris. Selama pemerintahan Victoria (1837-1901), Koloni kerajaan menjadi pusat pemberontakan. Victoria memilh sebuah sistem pemerintahan sendiri dalam koloni-koloni yang menawarkan pengawasan politik lokal tanpa mengganggu hubungan imperial. Revolusi di Kanada (1837), Perang Crimean (1854-1856), Pemberontakan India (1857), dan perang dengan Cina (1858-1860) menandai perintah-perintah awal dari Victoria. Hal tersebut jugalah yang menyebabkan permintaan yang besar tehadap bahan-bahan mentah dan pasar baru untuk alat-alat pabrik. Dorongan-dorongan tersebut dengan ekspansi yang sama pada bagian Perancis, Jerman dan Jepang dan kekuatan imperial lainnya mempercepat proses pembangunan kekaisaran pada lima belas tahun terakhir pada abad itu.

Harus diingat bahwa masa Victoria disetujui oleh Herbert Spencer pada masa dewasanya. Dapat dilihat pada tiga volume pertamanya mengenai The Principles of Sociology (1925-1929) ketika Disraeli, perdana menteri memimpin ekspasi antar benuanya. Pada bidang domestic, kondisi para pekerja Inggris dapat digambarkan sebagai orang-orang yang putus asa. Tidak sulit untuk memahami bagaimana kejadian-kejadian ini membentuk pengetahuan saat itu terhadap akhir ideologi konservatif.

Asumsi

Ironisnya, usaha dalam ilmu biologi lebih digunakan dalam kedua kelas ketidaksamaan dan kolonialisme global daripada dari ilmu filsafat atau sosial. Konsep Darwin mengenai seleksi alam yang tertuju pada “Origin of species (1859)” diubah menjadi ideologi yang sederhana. Istilah Darwinisme sosial dilihat untuk melegalkan “pertahanan yang paling baik” pada komunitas dan tingkat nasional. Walaupun Spencer mulai memakai label “Darwinis sosial”, akar dari usahanya menjadi semakin dalam. Legitimasi dari dominasi sosial belum menunggu kedatangan Darwin, Spencer atau masalah itu. Hal ini telah dilihat secara historis di dalam bermacam-macam filosofi dan agama sebaik dalam nasionalisme dan chauvinisme politik. Namun, liku-liku Teori Darwin membawa pada dimensi biologis ke ideologi dominan. Spencer telah menjadi Darwinis sosial sebelum Darwin (1892, pertama diterbitkan pada tahun 1850). Namun demikian, ia merasa dipertahankan oleh usaha para evolusionis dan akhirnya dibela.

Pandangan kontemporer Spencer lainnya juga memasukkan aspek tertentu dari buah pikiran Darwin. Seorang perintis dari bidang genetic, Sir Francis Galton, menerbitkan sejumlah karya mengenai genetika pada 1869 dan 1906. Pada karyanya ia mencoba untuk menunjukkan ketidaksamaan genetic pada manusia. Lebih sederhananya, Galton percaya bahwa kemampuan khusus (dalam matematika, seni, kepemimpinan politik, dll) itu diwariskan. Jadi kepandaian itu dari lahir bukan dibuat. Tetapi, ia tidak berhenti di sini saja. Galton juga mengemukakan bahwa prinsip ketidaksamaan genetika dapat diaplikasikan pada kelompok dan ras. Sebuah posisi yang membawanya sebagi penganjur eugenics. Ini berarti bahwa keadaan biologi dan moral terbaik seharusnya dapat didorong dengan berkembang biak (menghasilkan anak) dengan menghindari standard mental dan sosial. Dan Herbert Spencer memiliki pandangan yang tepat mengenai bagaimana gangguan-gangguan tersebut disadari.

Landasan Teori

Spencer terikat pada kepercayaannya dalam dasar biologis dengan asumsi bahwa kondisi alami dari masyarakat adalah satu dalam suatu hirarki. Ia merupakan seorang kutu buku yang sering membaca buku mengenai biologi, teknik dan ilmu fisika dan menggunakan semua itu dalam membentuk ilmu positif. Walupun ia banyak menerbitkan karya dalam filsafat, politik dan antropologi awal juga psikologi, ia pada dasarnya memiliki usaha yang cukup besar dalam sosiologi. Karya-karya sosiologi ini di antaranya ialah “First Principles (1900 pertama diterbitkan pada 1862), The Study of sociology (1925-1929, pertama diterbitkan pada 1876-1896)

Teori Spencer mengenai masyarakat dikeluarkan dalam buku-bukunya di atas dan karya-karya minor lainnya. Di dalam karya-karya nya ini ia menawarkan konsep ganda dan sebuah divisi sosiologi yang berhubungan. Social statics mewakili struktur institusional (keluarga, pemerintahan, kepercayaan dan industry) dan divisi tenaga kerja yang dibangun pada pola yang bersambung. Social dynamics menampilkan evolusi yang terjadi pada keseluruhan. Pada edisi ke enam dari First Principles Spencer menulis:

Pada peralihan dari kemanusiaan di bawah bentuk individunya terhadap kemanusiaan sebagai tubuh sosial, kita menemukan hukum umum yang masih ditunjukkan atau didemonstrasikan. Perubahan dari homogeny menjadi heterogen ditampilkan dengan sama di dalam perkembangan peradaban sebagai keseluruhan dan dalam perkembangan dari setiap suku atau bangsa dan hal ini masih terjadi di sela-sela dinamika yang cepat. (1900:314, pertama diterbitkan 1862)

Menurut Spencer, evolusi merupakan sinonim dari hukum alami karena fisika, biologi dan sosial dari alam semesta. Dalam dunia yang demikian, hadirlah perubahan hukum dari homogeny ke heterogen, dari keseragaman menjadi keseragaman ganda, dari sederhana menjadi rumit. Sebelum Darwin menjelaskan asal-usul biologis dari spesies oleh seleksi alam. Spencer memvisualisasikan dari perjuangan individu dan perjuangan masyarakat sosial utnuk bertahan dimana kecukupan diri dan kekuatan akan mengatasi. Dia beranggapan bahwa masyarakat sebagai keseluruhan harus dibayangkan sebagai makhluk hidup yang khusus berkembang terhadap kondisi lebih tinggi dari kesempurnaan.

Di tingkatan terendah, Spencer menulis, urutan sosial itu lebih kecil daripada kumpulan individu yang memiliki kekuasaan dan fungsi. Sementara itu ada pembagian tenaga kerja berdasarkan peran perbedaan jenis kelamin. Setiap wanita dan setiap pria memiliki kemampuan secara esensi yang sama. Dan keluarga itu mandiri. Dari waktu ke waktu, invasi menghasilkan suku yang besar, dengan pemerintahan dan fungsi yang dominan melewati individu dan kelompok yang lebih kuat. Para penguasa yang memerintah baik sekuler dan non sekuler kemudian berlanjut pada hirarki yang rumit didukung oleh oraganisasi mereka dan dunia yang bertumbuh dari adat. (1900:280-371)

Garis yang menghubungkan Spencer ke pemikiran sosiologi selanjutnya dibuktikan dalam penanganannya kepada divisi tenaga kerja. Sekali lagi, ia tetap benar terhadap visi evolusionernya dan asumsinya terhadap hirarki alam.

Sementara terjadi perbedaan jenis yang familiar; yang dinamakan massa dari komunitas telah dipisahkan menjadi kelas-kelas berbeda dan urutan pekerja… Bagian di bawah pemerintahan telah mengalami perkembangan yang berbeda yang telah mengakibatkan pada saat divisi pekerja berkarakter, mereka mengembangkan bangsa mereka.

Masyarakat, menurut Spencer ialah superorganic (makhluk hidup super). Hal ini menjelaskan bahwa manusia diatur sebagai tubuh sosial sama dengan sebuah tubuh yang diatur sebagai tubuh biologis. Manusia bertumbuh dan menjadi dewasa, apabila tidak cocok, manusia akan membusuk. Tingkatan yang pantas dari makhluk hidup yang sosial merupakan satu titik keseimbangan: di antara individu, kelompok dan kelas-kelas. Hubungan sosial manusia dan ukuran populasinya sama dengan kealamiahan dari institusi-institusinya. Semuanya menyumbangkan terhadap titik keseimbangan ini. Misalnya; persediaan akan menyesuaikan permintaan, kebijakan politik akan merespon keinginan populasi. Semua penyesuaian tersebut memberikan persatuan secara keseluruhan. Namun, titik keseimbangan tidak berarti keadaan yang damai terutama selama tingkat awal dari perkembangan sosial. Bahkan penyesuaian ini tidak mudah dan konsisten sementara yang mengasumsikan bentuk dari perjuangan eksistensi.

Dalam pola pikir evolusi organis ini, Spencer membangun sebuah posisi pada militer dan industry.  Seperti yang diformulasikan kembali oleh Franklin Giddings, Spencer berpendapat bahwa konflik lahir dalam perjuangan eksistensi yang berubah menjadi struktur organisasional yang lebih rumit; militer. Militer membentuk kepribadian orang, sikap dan organisasi sosial menjadi tempat latihan bagi tubuh dan peperangan. Militer menyatukan ke unit yang lebih luas dan melalui proses yang mengkontribusikan  integrasi sosial yang lebih besar. Dengan efisiensi organisasinya yang bertumbuh, militer memungkinkan meningkatnya segmen populasi untuk terikat pada industry dan tetap damai.

Dengan pertumbuhan industri dan perdamaian, karakter manusia, sikap dan organisasi masyarakat berubah menjadi masyarakat damai dimana rencana individu dan kerjasama saling terikat. Dalam masyarakat yang demikian, anggotanya dapat bergerak dengan bebas dan mengubah hubungan sosial tanpa menghancurkan integrasi masyarakat. Namun, transisi dari militer ke industrialisasi dan perdamaian tidak akan mungkin terjadi sampai semua bangsa dan ras telah berubah menjadi kondisi sempurna dari titik keseimbangan.

Dari First Principles dan The principles Sociology, kita dapat menyaring pandangan Spencer bahwa evolusi walaupun, memilki hukum, tidak harus linier atau progresif untuk masyarakat yang disebutkan. Karena evolusi untuk membuktikan progresif, prinsip dari kecukupan harus dipatuhi. Jenis terbaik dari masyarakat karena itu adalah yang menginstitusionalkan laissez faire pada semua dimensi dari hidup sosial. Untuk terlibat dalam proses evolusioner, untuk menghancurkan peran dari kecukupan diri untuk kebutuhan memperjuangkan eksistnsi ialah menunda perkembangan terhadap kesempurnaan manusia. Ini adalah bukti dari oposisi Spencer terhadap kondisi pendidikan.

Apabila penyediaan dan permintaan diperbolehkan dimainkan dengan bebas dalam bidang intelektual seperti pada bidang ekonomi… maka harus mengikuti bahwa anak-anak akan diuntungkan: orang tua ekonomis, energik, dan mereka yang memiliki tanggung jawab yang tinggi, akan memberikan pendidikan bagi anak mereka. Dan apabila karakter mereka turun ke anak-anak mereka maka anak-anak mereka akan menjadi makmur dan lebih dari anak-anak dari para inferior. Akan ada penggandaan dari yang terbaik dan juga aka nada penggandaan yang paling buruk.(1902:92-93)

Spencer mengkualifikasikan konsep dari perkembangan evolusioner dengan menandai bahwa masyarakat mungkin terlahir lemah dan subyek dari akhir. Apabila individu tidak baik atau kurang baik, akan mengikuti bahwa masyarakat mungkin tidak baik atau kurang baik. Dengan garis-garis ini, Spencer percaya bahwa evolusi sosial mungkin akan cacat melalui pencampuran ras. Dan akhirnya, ia berpendapat bahwa kondisi evolusi yang mengikuti memiliki pengaruh yang berkembang pada yang berhasil atau bahwa suatu masyarakat mungkin memperlambat perkembangannya dari negara sekitarnya.

Kritik

Telah banyak yang Spencer telah sumbangkan teorinya bagi sosiologi. Teorinya merupakan contoh awal sosiologi yang dibangun dalam bagian yang besar pada asumsi paradigm yang berurutan. Namun, tidak seperti yang lain, kita akan memeriksa teori-teori Spencer. Spencer tidak menekankan konsesnsus sebagai dasar untuk titik keseimbangan. Ia juga tidak mempertahankan kondisi pemerintahan yang kuat. Titik keseimbangan pada teorinya berarti hirarki yang terjadi secara alamiah. Sedangkan pada nyatanya, ini berarti ekonomi laissez-faire  dan sebuah akhir ke keterlibatan pemerintah. Publik berusaha untuk merawat yang lemah hanya berarti masyarakat yang kurang sempurna. Kecukupan diri yang tak terhindari merupakan hasil dari “kebaikan” dari individu, kelompok ataupun bangsa.. Untuk Herbert Spencer, Hobbesian tidak terhubung secara pantas.

Teori Spencer adalah terhapus dalam gambaran ilmu alam. Karyanya menggunakan bahasa dunia biologi dan fisika sama dengan “hukum-hukumnyanya” dalam menjelaskan makhluk sosial. Ia berasumsi bahwa proses evolusioner itu universal dan dapat dipindahkan. Namun, kita dapat mengidentifikasi bukti kecil bahwa masyarakat secara sederhana adalah superorganis. Walaupun ada persamaan antara ekuilibrium sosial dan keseimbangan biologis, kedua ini tidak sama. Misalnya saja, evolusi dalam dunia biologis dipindahkan oleh Spencer ke dunia sosial tanpa bukti. Kemudian, konsepnya tidak memfasilitasi melalui penelitian penemuan ekuivalen sosiologi dari fosil Darwin. Akhirnya muncul bahwa organis Spencer lebih merupakan analogi daripada penjelasan mengenai masyarakat.. dan sebuah analogi tetap begitu; sebuah kesamaan atau kemiripan antara hal-hal tersebut ataupun pada saat hal-hal tersbut terbalik, tetaplah tidak sama.

Pada dasarnya, teori organisme Spencer muncul menjadi sebuah bentuk reduksi biogenic. Ini menjelaskan bahwa alam dari masyarakat merefleksikan sifat-sifat individu yang membangunnya. Secara implisit, rasisme dan deskripsi dari masyarakat “primitive” nya sebagai kesederhanaan, keliaran dan kemunduran merupakan persetutuan bahwa stok biologis yang baik akan baik untuk masyarakat. Apabila karakter personal dan kemampuan menentukan masyarakat maka akan ada tempat kecil untuk dorongan-dorongan sosial. Argumen yang demikian mengurangi perubahan masyarakat ke tingkatan evolusi individu dan institusi sosial terhadap sistem penghargaan untuk diberikan bukan karena kelayakan. Bahkan, perdamaian di dalam dan di antara masyarakat harus secara logis merupakan utusan dari lenyapnya pengawasan ketidakbaikan secara biologis.

Sosiologi Spencer lumayan tidak ambigu sebagai sistem ideologi. Sosiologi ini merupakan sebuah contoh dari pemerintahan Victoria, divisualisasi dan ditulis dalam konteks masa imperialism dan konflik kelas. Dalam pemikiran Spencer, perubahan itu legal tetapi mengasumsikan keterbukaan secara berurutan dari karakter individu yang superior. Spencer tidak percaya bahwa sejarah sudah berhenti begitu saja. Namun, implikasi internasional dari teorinya dapat diaplikasikan pada negara-negara yang memimpin pada era itu saja yang terkenal karena seleksi alam. Pada tingkatan domestik , mereka yang memiliki kekayaan yang berlimpah, yang memilik kekuatan atau pendidikan bagi superior dan yang memiiki status sosial yang pantas pada masa itu. Hirarki yang kecil ini mengesampingkan struktur dari ketidaksamaan, warisan yang ada, atau hal-hal kecil yang memberikan keuntungan.(ironisnya, Spencer sendiri diwarisi kekayaan yang cukup melimpah).

Dalam lingkup kebijakan sosial, Darwinisme Spencer’s mengambil langkah kongkrit. Bukan hanya pendidikan publik yang dilawan tetapi juga kepemilikan publik dari jasa pengiriman. Pemerintah mensponsori kebersihan, bahkan peningkatan dermaga dan lampu-lampu rumah. Ia melawan dukungan public untuk para penderita cacat, orang yang lemah dan orang yang miskin. Ketika ia mengunjungi Amerika pada awal tahun 1880, ia dipuji karena kontribusinya oleh para anggota elit industry. Mereka, seperti yang lain, menemukan ketidaksmaan sosial, dan konsentrasi kemakmuran dari legitimasi ideologi Spencer untuk laisses Faire.

Konsep swasta Spencer membentuk dasar untuk sistem ideologi yang dapat diistilahkan antisosiety/anti masyarakat. Dalam sistem yang demikian, property public dari ideal liberal dan konsep kritis dari sosial, politik dan ekonomi egalitarian hilang. Kondisi ini dikurangi menjadi alat dari perlindungan individu dan pertahanan nasional. Program personal dan kemakmuran swasta dipercaya untuk mengembangkan sumber daya, menyediakan jasa dan membangun industry. Penyediaan pemerintah untuk kemampuan umum dijalankan dengan baik dan ditinggalkan kepada kedermawanan. Selama Spencer dan bentuk yang lebih sederhana dari Darwinisme mungkin masa lalu, ini membuktikan bahwa mitos nostalgia dari laissez faire dan kecukupan diri modern.

Share it...

Facebooktwittergoogle_plusredditlinkedintumblr
About Ferry Roen 244 Articles
Tertarik membahas teori dan perilaku organisasi

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*