Georg Simmel: Masyarakat Sebagai Interaksi

Georg Simmel IMG

Georg Simmel

Georg Simmel adalah sosiolog dan filsuf Jerman  yang sering disebut sebagai  salah satu dari The Founding Father Sosiologi. Lahir pada 1 Maret 1858 di Berlin, sebagai anak bungsu dari 7 bersaudara. Ayahnya adalah seorang pelaku bisnis Yahudi yang kaya dan menganut agama Kristen. Ayahnya meninggal ketika Georg masih sangat kecil.

Dalam menjalani kehidupan akademis Simmel mendapat dukungan dari Julius Friedlander (sahabat dari keluarganya) yang menjadi penerbit dalam bidang musik. Pada tahun 1876 Georg Simmel memasuki universitas Berlindan belajar psikologi, sejarah, filsafat dan bahasa Italia. Tahun 1881, ia mendapat gelar doktor melalui disertasinya yang berjudul “Description and Asseement of Kant’s Various On The Nature of Matter”. Selama 15 tahun sebelum tahun 1900, Simmel mengajar sebagai privat dozent (dosen tanpa bayar) di universitasBerlin. Meskipun ia berkali-kali melamar untuk mengajar pada sejumlah perguruan tinggi termasuk universitasHeidelbergdimana ia mendapat dukungan dari Marx Weber tetapi ditolak.

Sikap anti Semitdan sikap konservatif para akademisi membuat ia sangat terlambat meniti karier akademisnya, sehingga pada tahun 1914 saat berumur 56 tahun, ia baru mendapatkan gelar professor penuh pada universitas Strasbourgh. Empat tahun kemudian, tepatnya 28 September 1918 ia meninggal di Berlin.

Konteks Sosial dan Pengaruh Intelektual

Pada masa Simmel hidup, Berlin merupakan suatu pusat penting untuk pelbagai aliran intelektual. Tentu saja, aliran ini mempengaruhi perkembangan intelektual Simmel. Selain aliran intelektual yang berkembang, pada saat itu Jerman mengalami perkembangan yang meledak dalam industri kapitalis dan urbanisasi yang meningkat pesat di Berlin adalah pusat kegiatan ekonomi dan perdagangan.

Kehidupan intelektual cenderung memisahkan diri dari kehidupan sosial praktis dan politik. Dalam keadaan demikian Simmel memperlihatkan ketidakterlibatannya dalam bidang politik. Jika Simmel berbicara tentang masalah sosial politik atau ekonomi maka hal itu digunakan untuk menggambarkan pokok-pokok pemikiran teoritisnya yang umum.

Tokoh-tokoh yang mempengaruhi pemikiran Simmel adalah Spencer mengenai kompleksitas sosial yang semakin bertambah. Imanuel Kant yang tercermin dalam pembedaan antara bentuk dan isi sedangkan Hegel mengenai analisa yang bersifat dialektika.

Munculnya Masyarakat Melalui Interaksi

Simmel memberikan suatu konsep tentang masyarakat melalui interaksi timbal balik. Masyarakat dipandang lebih daripada hanya sebagai suatu kumpulan individu sebaliknya masyarakat menunjuk pada pola interaksi timbal balik antara individu. Pendekatan Simmel meliputi pengidentifikasian dari penganalisaan bentuk-bentuk yang berulang atau pola-pola “sosiasi” (sociation). Sosiasi adalah terjemahan dari kata “ Vergesellschaftung (Jerman), yang secara harafiah berarti proses dimana masyarakat itu terjadi. Dengan demikian jika individu-individu saling berhubungan dan saling mempengaruhi, maka terbentuklah suatu masyarakat. Proses interaksi timbal balik itu bisa bersifat sementara dan berlangsung lama.

Syarat-syarat munculnya interaksi;

- Emosi identik dengan kemauan yakni yang mendorong seseorang untuk berinteraksi.

- Nomos atau Hukum yang mengikat suatu interaksi.

Bentuk VS Isi dari Proses Interaksi

Simmel memberikan suatu konsep tentang masyarakat melalui interaksi timbal balik. Masyarakat dipandang lebih daripada hanya sebagai suatu kumpulan individu melainkan masyarakat menunjuk pada pola interaksi timbal balik antar individu. Pokok perhatian Simmel dari interaksi sosial bukanlan isi melainkan bentuk dari interaksi sosial itu sendiri. Simmel memiliki pandangan seperti itu karena menurutnya dunia nyata tersusun dari tindakan dan interaksi.

Pembedaan bentuk dan isi interaksi dapat dilihat dalam beberapa hal sebagai berikut:

Sosiabilita

Sosiasi atau interaksi yang dipisahkan dari isinya menghasilkan sosiabilita, dimana sosiabilita sebagai bentuk yang murni merupakan interaksi yang terjadi demi interaksi itu sendiri dan bukan yang lain. Sebagai contoh, silahturahmi pada waktu lebaran. Sekalipun mempunyai pekerjaan yang sama tetapi ketika mereka bersilahturami, mereka tidak akan membicarakan masalah pekerjaan tetapi mungkin hal yang ringan karena pokok pembicaraan tidak sepenting kenyataan yang menjadi dasar bagi bentuk sosiabilita.

Hubungan Seksual

Contoh lain yang memperlihatkan pembedaan antar bentuk dan isi adalah orang yang berpacaran. Sebagai suatu bentuk yang murni, pacaran tidak mencakup interaksi sosial sosiabel yang mungkin mendahului sosial. Dalam berpacaran masing-masing pihak akan menampilkan perilaku yang merangsang dan memberi kesan daya tarik seksual yang ada pada saat itu, dan sekaligus dengan caranya sendiri menahan untuk berbuat. Dengan cara ini orang yang berpacaran dapat menikmati bentuk hubungan seksual yang menarik tanpa memasukkan isi dari hubungan seperti itu.

Pentingnya  Bentuk dan Sosiologi

Simmel membedakan antara bentuk dan isi hubungan sosial. Sosiologi dibedakan dari ilmu-ilmu sosial lainnya. Oleh karena fokusnya tertuju pada bentuk sedangkan ilmu-ilmu lainnya dirumuskan oleh isinya. Simmel menyajikan sejumlah sketsa  sosiologis dimana bentuk-bentuk tertentu diidentifikasikan, dianalisa, kadang-kadang dibagi menjadi lebih kecil atau dibandingkan secara kontras dengan bentuk-bentuk yang berhubungan.

Superordinasi dan Subordinasi

Superordinasi dan subordinasi memiliki hubungan timbal balik. Superordinasi tidak ingin sepenuhnya mengarahkan pikiran dan tindakan orang lain, justru superordinasi berharap pihak yang tersubordinasi bereaksi secara positif atau negatif. Bentuk interaksi ini tidak mungkin ada tanpa hubungan timbal balik. Bahkan dalam hubungan sosial yang eratpun sering terjadi ketegangan-ketegangan atau konflik.

Bentuk Superordinasi dan Subordinasi dapat dibedakan antara lain :

  1. Subordinasi di bawah seorang individu dan struktur kelompok.

Orang dapat disubordinasi oleh individu, kelompok, atau kekuatan objektif. Kepemimpinan oleh individu tunggal umumnya mengarah pada kelompok tertutup yang menentang pemimpin. Simmel dalam hal ini hendak membedakan subordinasi yang dibawah seorang individu dan subordinasi dibawah suatu prinsip umun.

  1. Subordinasi di bawah lebih dari satu orang.

Subordinasi lebih dari satu orang lebih ojektif daripada subordinasi di bawah satu orang. Objektivitas ini menghasilkan perlakuan yang lebih adil (merata) terhadap subordinat. Oleh sebab itu, subordinasi lebih dari satu orang ternyata lebih disukai.

  1. Subordinasi dibawah suatu prinsip ideal

Subordinasi dibawah suatu prinsip ideal adalah subordinasi dibawah suatu prinsip umun. Misalnya pemerintah yang berdasarkan hukum. Subordinasi yang seperti ini lebih disukai dari subordinasi pada orang sebagai individu, oleh sebab subordinasi yang seperti ini membatasi adanya kesewenangan dari seseorang. Hubungan antara superordinat dan subordinat dalam subordinasi ini diatur oleh prinsip-prinsip objektif atau hukum-hukum dimana kedua belah pihak harus taat. Dalam subordinasi yang seperti ini mengurangi sistem dominasi superordinat.

  1. Subordinasi dan kebebasan individu.

Subordinasi seringkali dipahami sebagai suatu keadaan yang menekan kebebasan subordinat. Memperoleh kebebasan kelihatannya menuntut hilangnya pembedaan antara superordinat, tetapi Simmel menunjukkan bahwa kebebasan tidak harus sejalan dalam suatu dasar jangka panjang. Bagi subordinat kebebasan berarti memiliki privelese yang ada pada superordinat untuk menguasai. Dengan demikian perjuangan subordinat untuk memperoleh kebebasan bukan untuk menghilangkan bentuk superordinasi dan subordinasi, melainkan supaya subordinat memperoleh posisi superordinat.

Konflik dan Kekompakan

Konflik adalah sesuatu yang alamiah. Dalam hubungan superordinat dan subordinat dimungkinkan terjadinya konflik bahkan dalam hubungan sosial yang erat sekalipun sering terjadi konflik atau ketegangan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa konflik sebagai salah satu bentuk dasar interaksi.

Salah satu aspek yang menjadi fokus perhatian Simmel dalam mengkaji perilaku orang adalah bahasannya tentang konflik. Sama halnya dengan Marx, Simmel memandang konflik terjadi dimana-mana dan karenanya menjadi sasaran utama analisisnya dalam istilah formal. Tulisan yang paling terkenla tentang konflik, Simmel menguraikan usahanya untuk meneliti konsekuensi positif dalam suatu konflik, terhadap pemeliharaan keutuhan sosial dan sub-unit mereka. Signifikansi sosiologis dari konflik, secara prinsipil belum pernah disangkal. Konflik dapat menjadi penyebab pengubah kelompok-kelompok kepentingan, organisasi dan lainnya. Kadang-kadang agak membingungkan untuk mempermasalahkan apakah konflik memang merupakan suatu bentuk kerjasama, terlepas dari hasil atau akibatnya. Akan tetapi, apabila suatu interaksi antar manusia merupakan kerjasama, maka konflik harus dianggap sebagai suatu bentuk kerjasama.

Dalam kenyataannya faktor kebencian, kecemburuan memang merupakan faktor penyebab terjadinya konflik. Dengan demikian konflik ada untuk mengatasi pelbagai dualisme yang berbeda, oleh karena merupakan salah satu cara untuk mencapai taraf keseragaman tertentu, walaupun cara demikian meniadakan salah satu pihak yang bersaing.

Bentuk-Bentuk Konflik Alternatif dan Akibat Sosial

Menurut Simmel konflik mempunyai banyak bentuk antara lain ; pertandingan, antagonistik, konflik hukum, konflik mengenai prinsip-prinsip dasar, konflik antar pribadi, konflik dalam hubungan yang intim dan konflik yang mengancam untuk mengacaukan suatu kelompok. Bentuk konflik pertandingan antagonistik, konflik hukum, merupakan konflik mengenai prinsip-prinsip dasar. Kesatuan itu ada karena persetujuan mereka terhadap peraturan-peraturan dasar yang mengatur konflik itu, sedangkan konflik antar pribadi yang mempunyai hubungan intim sumber kesatuannya.

Konflik dan Hubungan Antara Kelompok Dalam dan Kelompok Luar

Hubungan saling ketergantungan antar konflik dan kekompakan dinyatakan dalam dinamika hubungan kelompok dalam dan kelompok luar. Ketika suatu kelompok memiliki konflik dengan pihak-pihak luar, konflik dalam kelompok cenderung rendah atau menurun. Kepentingan individu ditekan, bersama-sama bersatu memusatkan perhatiannya pada usaha bersama menghadapi lawan. Solidaritas kelompok dalam merupakan hasil dari konflik dengan kelompok luar.

Pemecahan Konflik

Konflik merupakan gejala alamiah yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan sosial, namun ia tidak harus berkepanjangan. Simmel menganalisa beberapa bentuk atau cara untuk mengakhiri konflik antara lain dengan cara kompromi, berdamai, sepakat untuk tidak sepakat.

Pengaruh Jumlah Pada Bentuk

Minat Simmel pada dampak jumlah orang terhadap kualitas interaksi dapat dilihat dalam bahasanya tentang perbedaan antara dyad atau kelompok yang terdiri dari dua orang dan triad atau kelompok yang terdiri dari tiga orang. Bagi Simmel terdapat perbedaan antara dyad dan triad karena orang ketiga menyebabkan perubahan radikal dan fundamental. Anggota keempat dan seterusnya membawa dampak yang hampir sama dengan masuknya anggota ketiga.

 Simmel berpendapat bahwa unit terkecil dalam kehidupan manusia yang menjadi ruang lingkup perhatian sosiologi adalah dyad. Bentuk dyad memiliki keunikan seperti pepatah yang mengatakan bahwa berdua itu sepasang. Keunikan dalam hubungan dyad yaitu dalam hubungan tersebut satu orang hanya berhadapan dengan satu orang saja, maka kebutuhan tertentu, keinginan, karakteristik pribadi dari teman lain itu dapat ditanggapi dengan lebih sungguh-sungguh daripada dalam kelompok yang lebih besar. Akibatnya hubungan dyad menjadi intim dan unik secara emosional yang tidak mungkin terjadi dalam bentuk sosial lain yang lebih besar. Selain keunikan hubungan dyad ini ternyata juga memiliki kekurangan karena bisa menimbulkan eksklusif dan rentan konflik.

Bentuk triad memiliki kemungkinan besar memperoleh makna di luar individu yan terlibat. Triad berpotensi melahirkan struktur kelompok. Akibatnya, terjadi ancaman yang lebih besar bagi individualitas anggotanya. Triad memungkinkan membawa dampak pelevelan umum pada anggotany. Masuknya pihak ketiga dalam kelompok, sejumlah peran sosial menjadi mungkin. Sebagai contoh, pihak ketiga dapat memainkan peran sebagai penengah atau mediator pada perselisihan dalam kelompok, tetapi pihak ketiga dapat juga memanfaatkan perselisihan antar dua pihak yang lain demi keuntungannya sendiri atau menjadi sasaran yang dapat diperebutkan dua pihak lain. Anggota ketiga pun dapat secara sengaja mendorong terjadinya konflik antar dua pihak lain untuk memperoleh superioritas (memecah belah dan menguasai).

Bentuk-Bentuk Alternatif Dari Pembentukan Kelompok dan Keterlibatan Sosial

Dasar yang paling awal untuk pembentukan kelompok adalah keluarga dan kedekatan geografis. Orang-orang yang bertempat tinggal di tempat yang sama akan mengembangkan ikatan-ikatan sosial berdasarkan tempat tinggal yang sama namun karena heteroginitas semakin meningkat, dasar-dasar alternatif pembentukan kelompok muncul karena ukuran kelompok itu menjadi besar. Setiap orang dpaat membangun ikatan sosial dengan orang lain yang mempunyai pekerjaan sama dan memisahkan diri dari orang lain dalam geografis yang sama itu.

Keterlibatan Kelompok Ganda dan Kebebasan Individu

Keterlibatan individu dalam masyarakat berbeda-beda menurut tingkat kompleksitasnya. Keterlibatan individu dalam masyarakat memungkinkan individu terlibat dalam kelompok ganda karena pola-pola keterlibatan sosial sudah semakin kompleks dalam pembentukan kelompok. Keterlibatan ganda ini memiliki sisi positif dimana individu memiliki pengalaman sosial yang luas dan diberikan oleh kelompok yang berbeda. Individu tidak lagi terikat pada hanya satu tipe peran melainkan dapat mengembangkan suatu kumpulan yang berbeda-beda. Kondisi yang demikian membawa kebebasab individu dalam kehidupan sosial. Tuntutan dari masing-masing kelompok dapat diimbangi dengan tuntutan dari semua kelompok lainnya, meskipun beberapa kelompok menuntut tingkat komitmen pribadi yang lebih berat dari kelompok yang lain.

Pentingnya Uang dalam Hubungan Sosial

Hubungan sosial pada masa kini disimbolkan dan dipermudah denga uang. Uang merupakan suatu ukuran nilai yang objektif danbakudalam saksi pertukaran. Dalam pertukaran tidak langsung uang juga memungkinkan suatu ekspansi dalam bidang transaksi yang dapat dikerjakan.

Dalam karyanya “The Philosophia of Money” Simmel menggambarkan peranan uang dalam masyarakat modern tidak sekedar sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan hidup melainkan telah berubah fungsi, dan beralih dari  alat “penukar” barang dan jasa menjadi status simbol pemiliknya. Artinya, uang akan menaikkan gengsi dan harga diri si pemiliknya. Seseorang akan dihargai, diakui dan dipandang dalam masyarakat, karena mempunyai sejumlah kekayaan. Uang tidak lagi berfungsi sebagai menjadi sekedar alat penukar barang seperti dalam kehidupan masyarakat tradisional, tetapi telah berubah dan diubah fungsinya menjadi status simbol dan gengsi seseorang. Dengan bangga orang memamerkan kekayaannya, karena itu bukti kesuksesan mereka dalam bekerja dan meniti karier.

Jadi, uang dapat mempertinggi kebebasan individu bagi mereka yang cukup mempunyai uang. Jika demikian, uang dapat menghambat perkembangan hubungan pribadi.

Kreativitas Individu VS Bentuk Budaya yang Mapan

Kebudayaan adalah produk kegiatan manusia yang kreatif tetapi bentuk-bentuk budaya dapat menghalangi kreativitas selanjutnya. Pada tingkat budaya pertumbuhan dalam besarnya masyarakat mengakibatkan bertambah besar jumlah dan tipe produk budaya yang diciptakan oleh anggota masyarakat. Individu-individu mungkin merasa dibanjiri dengan warisan-warisan budaya dan tidak tergantung pada salah satu segi untuk mengembangkan kreativitas mereka sendiri. Namun, kreativitas individu mungkin terhambat oleh bentuk-bentuk yang terdapat dalam budaya yang sudah mapan. Proses kehidupan subjektif dengan kemampuan kreatifnya dapat menjadi terasing dari budaya objektif.

Tertarik membahas teori dan perilaku organisasi

Tagged with: , , , , , , , , , , ,
Posted in Tokoh Sosiologi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Popular Post