Fredrick Winslow Taylor: Scientific Management

Fredric W. Taylor IMG

Fredric W. Taylor

Fredrick Winslow Taylor dilahirkan di Germantown sekarang merupakan bagian dari Philadelpia pada tahun 1856. Ia bekerja pada perusahaan baja Midvale Steel Company, sebagai pekerja biasa kemudian kariernya terus meningkat sebagai mandor hingga menjadi chief-enggineer, dalam usia 28 tahun. Selain karier kerja yang baik, ia juga berhasil dalam studinya. Ia memperoleh gelar doktoral lewat studi lanjut di Stevens Institute of Technology.

Karyanya yang berpengaruh adalah The Principles of Scientific Management, ditulis pada tahun 1911. Buku ini ditulis atas dasar filososfi Taylor tentang efisiensi, usaha manusia, pelatihan dan sistem. Masalah utama yang dibahas dalam buku ini adalah tentang terjadinya ketidakefisienan dalam kerja dan Taylor berusaha mencari jawaban mengapa hal ini bisa terjadi. Sejak masih menjabat sebagai penyelia di Midvale, Taylor mulai menunjukkan sikap anti terhadap pemborosan dan ketidakefisienan. Ia memperhatikan bahwa faktor utama yang menghambat produktivitas adalah metode kerja yang buruk serta kecenderungan pekerja untuk bekerja secara lamban. Mereka dengan sengaja memperlambat tempo kerja karena takut kehilangan pekerjaan bila semua diselesaikan dengan cepat. Manajemen tidak menyadari hal tersebut, karena mereka tidak pernah berusaha menganalisis cara kerja karyawannya dan tidak berusaha tahu berapa banyak yang harus dihasilkan oleh setiap pekerja.

Menurut Taylor, pada hematnya ada beberapa hal yang mesti dikoreksi, antara lain; kesalahan keyakinan tentang efisiensi, sistem manajemen dan kesalahan metode. Sumbangan pemikirannya membuat ia dijuluki sebagai Bapak Ilmu Manajemen. Sumbangan pemikirannya yang orisinil tersebut memberi pengetahuan kepada teori manajemen tentang pengetahuan bagi pekerja, metode-metode melakukan pekerjaan, dan juga tentang terbatasnya sistem insentif dalam mencapai efektifitas. Dalam prinsipprinsip ilmu manajemen yang ditulisnya, ia meyakini bahwa efisiensi dapat dicapai melalui pengurangan biaya dan harga, pemberian insentif yang tepat, dimana majikan dan pekerja merasa sama-sama diuntungkan, dan penciptaan nilai lebih terhadap produk.

Dasar dan konsekwensi dari prinsip efisiensi harus didahului dengan adanya revolusi mental dan hubungan yang baik diantara majikan dan pekerja, mereka harus sama-sama merasa diuntungkan. Prinsip yang diurai oleh Taylor adalah pencarian (gathering) pengetahuan, seleksi secara alamiah, pembagian kerja (division of work), pengembangan pekerja secara ilmiah (bringing together of science and workmen).

Tertarik membahas teori dan perilaku organisasi

Tagged with: , , , , , , , , ,
Posted in Tokoh Teori Organisasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Popular Post