Erving Goffman: Sosiolog Interaksionisme Simbolik

Erving Goffman IMG
Erving Goffman

Dengan menganalisis interaksi-interaksi penting diantara para actor atau pelaku sosial, Erving Goffman secara mendalam telah memperbaharui studi tentang komunikasi sosial.

Erving Goffman lahir di kota Alberta, Canada, setelah lulus dari universitas Toronto, dia kemudian mendapatkan PhD-nya di universitas Chicago. Ia belajar sosiologi dan antropologi sosial, bahkan karena profesinya itu dia mampu menguasai sepuluh bahasa. Goffman adalah sosiolog interaksionisme simbolik, karyanya yang spektakuler adalah konsep dramaturgi, dimana dia menggunakan kiasan panggung sandiwara teater untuk menjelaskan bagaimana individu memainkan perannya terhadap individu yang lainnya.

Dalam proses pembuatan karyanya itu, Goffman menggunakan etnografi yang bersandar pada pengamatan dan keikutsertaan dari pada sekedar data statistik. Teorinya yang terkenal adalah tentang tindakan sosial rutin (routine) yang bertujuan untuk menunjukkan (show) kepada orang lain agar terkesan (impression) oleh penampilan (appearance) dan gaya (manner) individu masing-masing yang berfungsi sebagai stimulasi lewat peran interaksi (interaction role).

Pada tahun 1953, ia mempertahankan tesisnya yaitu “Cara Berkomunikasi di Tengah-Tengah Komunitas Penghuni Pulau” yang merupakan hasil observasi partisipannya selama satu tahun satu tahun di kepulauan Shetland yang membahas tentang bentuk-bentuk sosiabilitas diantara penduduk disitu. Dia sangat tertarik dengan penelitian, dan hingga meninggalnya 1982 pemikirannya seakan tidak pernah berhenti berkembang.

Komunikasi menjadi tema yang terus-menerus ada dalam karya-karya Goffman. Ia menganalisis interaksi sosial, ritus, kesopanan, pembicaraan dan semua hal yang menjalinhubungan sehari-hari. Interaksi di sini dianggap sebagai system yang menjadi dasar kebudayaan. Tercermin dalam karyanya La Presentation de Soi (Presentasi Diri) (1956) sebagai karya pertamanya. “panggung sandiwara” adalah tempat dimana dilakukan representasi dimana actor berhadapan langsung dengan public dan harus memainkan peran sosial tertentu.

Masih berlanjut dengan karyanya Asiles, “pengamatan terlibat” menjadi tehnik sang peneliti yang terjun dan larut dalam sebuah kebudayaan agar memahami pengalaman dalam kehidupan dan aturan-aturan internalnya, memperdalam nilai dan logikanya. Asiles menjadi salah satu karyanya yang paling terkenal. Erving Goffman menghabiskan setahun di rumah sakit St. Elisabeth di Washington untuk berbaur dengan para pasien dan ikut menjalani hidup sebagai orang yang terasing. Dia bermaksud memahami perilaku yang mulai menjadi paksaan organisasional. Termasuk interaksi-interaksi palsu yang ada dalamnya. Ditulis dalam karya lainnya berjudul Stigmate (1963).

Dalam karya terakhirnya Facons de parler (Cara Berbicara) Erving Goffman membawa visi “interaksionis” pada analisis pembicaraan (yang bertentangan dengan pendekatan linguistic yang murni). Ia menggarisbawahi arti penting konteks sosial dalam komunikasi nonverbal.

Minatnya benar-benar orisinal. Di Perancis orang harus menunggu diterjemahkannya Asiles pada tahun 1968 sehingga baru setahun kemudian ia meraih kemasyurannya. Mereka yang telah membacanya kemudian mengalami semacam shock karena kekuatan dan orisinalitas yang ada dalamnya. Karya Erving Goffman memang telah membangkitkan minat yang semakin meningkat tahun-tahun terakhir ini.

Share it...

Facebooktwittergoogle_plusredditlinkedintumblr
About Ferry Roen 244 Articles
Tertarik membahas teori dan perilaku organisasi

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*