Bisnis Freemium

Freemium IMG
Freemium
Freemium IMG
Freemium

Bisnis Freemium adalah sebuah model bisnis yang bekerja dengan menawarkan layanan mendasar secara cuma-cuma, dan mengenakan biaya premium hanya untuk fitur khusus atau lanjutan. Kata “freemium” merupakan gabungan lebur yang dibuat dengan mengombinasikan dua aspek dari model bisnis ini, yaitu: free” dan “premium”. Model bisnis ini populer di kalangan perusahaan Web 2.0 dan perusahaan open source. Asal-usul model bisnis freemium dikemukakan oleh pemodal ventura Fred Wilson pada 23 Maret 2006. Ada banyak contoh tentang model bisnis ini dan yang menonjol adalah apa yang dilakukan oleh Google atau Facebook. Bisnis Google itu sebenarnya cuma searching, recording, dan sharing. Semua data ini diambil dari ekosistem sekitar, kemudian menciptakan ekosistem tersendiri untuk melakukan banyak hal. Walaupun semua aplikasi yang ditawarkan pada bisnis ini pada awalnya gratis namun perusahaan pada umumnya dapat menghidupi dirinya sendiri dan bahkan dapat berkembang pesat.

Sejarah

Model bisnis ini telah telah digunakan untuk perangkat lunak sejak 1980-an, terutama dalam bentuk versi fitur terbatas (‘lite’) bebas, sering diberikan pada sebuah aplikasi floppy disk atau CD-ROM, untuk mempromosikan yang kemudian orang akan membayar untuk memperoleh versi lengkap. Model ini sangat cocok untuk software dengan sedikit mengabaikan biaya produksi namun dalam prakteknya dapat menghilangkan kondisi knibalisasi produk dengan memberikan secara gratis pada awalnya. Istilah untuk model ini diciptakan jauh kemudian setelah Fred Wilson seorang pemodal venture menanggapi sebuah posting blog pada tahun 2006. Jarid Lukin dari Alacra kemudian menyarankan ‘freemium’ adalah istilah untuk model ini. Istilah ini telah muncul di majalah Wired dan 2,0 Bisnis, yang sejak itu telah digunakan oleh blogger seperti Chris Anderson dan Tom Evslin. Pada tahun 2009, Anderson menerbitkan buku yang mengamati popularitas model bisnis ini. Selain untuk perangkat lunak tradisional dan layanan, sekarang juga sering digunakan oleh Web 2.0 dan perusahaan open source.

Model-model Freemium

Chris Anderson mengemukakan ada beberapa model bisnis freemium antara lain:

  • Dibatasi oleh fitur.
  • Dibatasi oleh waktu.
  • Dibatasi oleh kapasitas.
  • Dibatasi oleh jumlah kursi.
  • Dibatasi menurut kelas pelanggan.
Freemium business model IMG
Freemium business model. Courtesy: http://nicolaspujol.com

Freemium erat terkait dengan layanan berjenjang. Hal ini telah menjadi model yang sangat populer, dengan keberhasilan yang nyata. Seperti yang dijelaskan di atas tentang keberhasilan Google dan Facebook, contoh keberhasilan lain yang mencolok juga dapat dikemukakan disini antara lain apa yang dilakukan LinkedIn, The New York Times, Badoo, WordPress dan masih banyak lagi. Karenanya bisnis ini masih menyediakan banyak peluang untuk dikembangkan termasuk oleh pengembang di Indonesia tentunya.

Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Freemium

Share it...

Facebooktwittergoogle_plusredditlinkedintumblr
About Ferry Roen 244 Articles
Tertarik membahas teori dan perilaku organisasi

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*