Bahaya Meniru Pandangan Steve Jobs

Steve Jobs IMG
Steve Jobs
Steve Jobs IMG
Steve Jobs

Banyak artikel di berbagai media yang mengulas tentang Steve Jobs yang umumnya berisi hal yang sama. Namun sebuah artikel yang ditulis oleh Chunka Mui di Forbes.com isinya menarik karena agak beda dengan yang umum. Mui justru yang mengkritisi  gaya dan filosofi  Steve Jobs dengan judul Five Dangerous Lessons to Learn From Steve Jobs.  Ia mandang bahwa apa saja yang telah dicapai oleh almarhum Steve Jobs tidak harus ditiru semua orang karena  pandangannya belum tentu mendatangkan perubahan atau keuntungan bagi perusahaan yang dikelola.  Menurut Mui  mencoba untuk meniru Jobs adalah mirip dengan seorang pegolf amatir mencoba meniru yang pro. Ini adalah ide yang bagus dalam teori, tetapi hampir tidak mungkin dalam praktek. Ia menegaskan bahwa semua ini hanyalah manifestasi permukaan tentang kejeniusannya saja, bukan rahasia kesuksesannya.

Secara khusus, ada lima aspek gaya dan filosofi  Jobs  yang diangkat Chunka Mui agar meyakinkan kita supaya tidak mencoba untuk menirunya. Antara lain:

1) Pelanggan tidak tahu apa yang mereka inginkan. Jobs pernah mengatakan kepada Businessweek: “Banyak skali orang tidak tahu apa yang mereka inginkan sampai Anda menunjukkan kepada mereka.” Hal ini disanggah Mui bahwa tanpa bakat Jobs dan tim kreatif yang tak tertandingi dan proses yang ia bangun di sekitar dirinya maka skenario ini tidak akan berjalan. Anda tidak akan berhasil dengan tidak melakukan riset pasar dan tidak mendengarkan pelanggan Anda.”

2) Menjaga kerahasiaan secara obsesif. Kerahasiaan tingkat tinggi diaplikasikan pada produk Apple, dan bahkan rincian masalah kesehatan Jobs. Perusahaan bisa menahan tekanan atas transparansi karena produknya. Dan pelanggan secara konsisten senang dan hasilnya memukau investor. Menurut Mui ini terjadi karena bakat unik Jobs semata. Memungkinkan dia untuk membuat pengecualian untuk dirinya sendiri.

3) Proyek sebagai distorsi realitas di lapangan. Ini mengacu pada kemampuan Jobs untuk  mengerahkan pengetahuannya, karisma, kepribadian dan ketekunan untuk meyakinkan siapa pun tentang sesuatu. Saran Mui sebaiknya kita berdamai dengan realitas dilapangan. Karena kebanyakan manajer adalah orang biasa.

4) Micromanage adalah segalanya. Tanggapan Mui menyatakan bahwa manajemen mikro tentu bekerja untuk Jobs. Tapi, pikirkan setiap micromanager lain yang Anda pernah bekerja dengannya. Apakah mereka bekerja untuk Anda, atau mereka yang bekerja untuk mereka?

5) Machiavellian sejati. Penulis mengutip sebuah artikel Rolling Stone yang mengutip kata-kata Jeff Goodell yang menggambarkan Jobs memiliki kepribadian yang machiavellian. Orang toleran dengan ini menurut Mui karena kualitas khusus lainnya yang ia miliki, itu bukan karena  adalah kesuksesan intrinsiknya.

Menurut Mui bisnis dan prestasi teknologi Steve Jobs harus dipahami sebagai sebuah inspirasi besar. Seperti yang dikatakan Bill Gates, “Dunia jarang melihat seseorang yang telah memiliki dampak yang mendalam seperti yang dimiliki Steve Jobs, bersama efek yang akan dirasakan bagi generasi yang akan datang.” Tapi jangan biarkan kesuksesan Steve Jobs membujuk Anda untuk mengadopsi (atau menerima) gaya manajemennya. Itu adalah cara untuk mengasingkan rekan kerja dan memicu ketidakpuasan di tempat kerja, tanpa memberikan apapun dari hasil magis Steve Jobs. Dia adalah Steve Jobs, dan Anda tidak. Sayangnya saya juga tidak menjadi dia tutup Mui.

Sumber: http://www.forbes.com/sites/chunkamui/2011/10/17/five-dangerous-lessons-to-learn-from-steve-jobs/

 

Share it...

Facebooktwittergoogle_plusredditlinkedintumblr
About Ferry Roen 244 Articles
Tertarik membahas teori dan perilaku organisasi

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*