Paradigma Teori Organisasi

Paradigma Teori organisasi

Paradigma adalah seperangkat andaian/asumsi yang tersurat maupun tersirat tentang fenomena/gejala yang menjadi landasan bagi gagasan-gagasan analisis keilmuan (Philips, 1971).

Definisi lain menyebutkan bahwa paradigma adalah kerangka keyakinan penata (ordering believe framework) yang menjadi bintang pemandu (the guiding star) yang menuntun kegiatan keilmuan masyarakat keilmuan (Wilardjo, 2000).

Konsep paradigma menjadi populer melalui karya Kuhn, The Structure of Scientific Revolution (1962).

Bagan proses perubahan keilmuan menurut Kuhn (1962):

Bagan proses perubahan keilmuan menurut Kuhn (1962)

Bagan proses perubahan keilmuan menurut Kuhn (1962)

Read more ›

Tagged with: , , , , , , , , , ,
Posted in Teori Organisasi

Evolusi Teori Kepemimpinan – 2

…. Lanjutan artikel Evolusi Teori Kepemimpinan bagian 1

Teori Path-Goal

Teori path-goal dikembangkan oleh Martin G. Evans (1970) dan Robert J. House (1971) dan berdasarkan Teori Harapan Victor Vroom itu.

Asumsi yang mendasari utama adalah bahwa bawahan akan termotivasi jika (a) mereka pikir mereka mampu bekerja (atau tingkat tinggi self-efficacy), (b) percaya upaya mereka akan menghasilkan hasil tertentu atau hadiah, dan (c ) percaya bahwa hasil atau imbalan akan berharga.

Path-tujuan teori dikatakan menekankan hubungan antara:

1. Gaya kepemimpinan

2. Karakteristik kepribadian para pengikut

3. Lingkungan kerja atau pengaturan.

Seperti kepemimpinan situasional, pemimpin memilih antara empat perilaku kepemimpinan utama ketika berinteraksi dengan bawahan, termasuk: Read more ›

Tagged with: , , , , , , , ,
Posted in Kepemimpinan

Evolusi Teori Kepemimpinan

Konsep tentang kepemimpinan telah menjadi topik yang menarik sejak awal peradaban manusia, studi kepemimpinan dan juga manajemen dilakukan dengan sungguh-sungguh di awal abad 20. Sementara evolusi dalam studi perilaku kepemimpinan tentang ciri-ciri pemimpin yang efektif bagi pengikut-berpusat teori-teori kepemimpinan yang diusulkan pada akhir abad ke-20, dan awal abad ke-21.

Sebagian besar teori-teori kepemimpinan yang berkembang kini merujuk kepada pandangan Dr Peter Northouse dan Dr Gary Yukl dalam buku mereka: Theory & Practice and Leadership in Organizations. Melalui karya-karya penting setiap orang telah memberikan kontribusi besar terhadap pemahaman tentang perilaku kepemimpinan dalam organisasi. Pembahasan singkat mengenai evolusi teori kepemimpinan ini tidak dimaksudkan mereduksi perkembangan studi teori organisasi secara keseluruhan. Read more ›

Tagged with: , , , , , , , , ,
Posted in Teori Kepemimpinan

Teori Kepemimpinan Situasional

Teori kepemimpinan situasional atau the situational leadership theory adalah teori kepemimpinan yang dikembangkan oleh Paul Hersey, penulis buku Situational Leader. Dan Ken Blanchard, pakar dan penulis The Minute Manager, yang kemudian menulis pula buku Management of Organizational Behavior (skarang sudah terbit dalam edisi yang ke-9).

Teori ini pada awalnya diintrodusir sebagai “Life Cycle Theory of Leadership”. Sampai kemudian pada pertengahan 1970an “Life Cycle Theory of Leadership” berganti dengan sebutan “Situational Leadership Theory“. Di akhir 1970an dan awal 1980an, masing-masing penulis mengembangkan teori kepemimpinannya sendiri-sendiri. Hersey – mengembangkan Situational Leadership Model dan Blancard – mengembangkan Situational Leadership Model II. Read more ›

Tagged with: , , , , , , ,
Posted in Teori Kepemimpinan

Douglas McGregor: Teori X-Teori Y

Salah satu kontribusi yang paling banyak  disebut dari para teoritikus Tipe 2 atau Teori Organisasi Klasik adalah tesis Douglas McGregor yang menyatakan bahwa ada dua pandangan tentang manusia: yang pertama dasarnya negatif – Teori X – dan yang lainnya pada dasarnya positif – Teori Y. Teori X dan Teori Y yang ia ajukan dalam memandang manusia (pegawai).

Setelah meninjau bagaimana manajer berhubungan dengan pegawai, McGregor menyimpulkan bahwa pandangan manajer seputar sifat manusia didasarkan pada kelompok asumsi tertentu dan ia cenderung memperlakukan pegawai berdasarkan asumsi-asumsi tersebut. Asumsi ini dapat bersifat negatif (Teori X) atau positif (Teori Y). Read more ›

Tagged with: ,
Posted in Tokoh Teori Organisasi
Popular Post